Bagikan

Danantara dan INA Bakal Guyur Investasi Rp 13 Triliun ke Pabrik CA-EDC Chandra Asri (TPIA)  

JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Indonesia Investment Authority (INA), menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) untuk menyuntikan investasi ke Pabrik Chlor Alkali– Ethylene Dichloride (CA-EDC).

Danantara dan INA berencana mengguyur investasi bersama mencapai US$ 800 juta atau sekitar Rp 13 triliun. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri untuk soda kaustik dan Ethylene Dichloride, yaitu bahan baku penting bagi berbagai industri hilir.

Baca Juga

Siam Cement akan Lepas 10,57% Saham Chandra Asri (TPIA), Nilai Transaksinya bisa Segini

CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, pentingnya kemitraan ini secara strategis serta kesesuaiannya dengan prioritas pembangunan nasional. Apalagi, industrialisasi hilir adalah kunci dalam transformasi ekonomi Indonesia dan membuka peluang besar bagi investor yang berpikir ke depan.

Chief Investment Officer, Danantara Pandu Sjahrir saat acara Tri Hita Karana Inaugural Global Bussines Summit on Belt and Road Infrastructure, di Jakarta, Minggu (25/5/2025). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal ()
Source:

“Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, kolaborasi ini mendukung pengembangan industri yang skalabel dan mampu mengurangi impor, dengan potensi pertumbuhan jangka panjang,” ucap Pandu dalam keterangan tertulis, Selasa (17/6/2025).

Sektor kimia, terang Pandu, memainkan peran penting dalam berbagai rantai nilai, mulai dari manufaktur hingga transisi energi. khususnya dalam pengolahan nikel dan pemurnian alumina. Investasi ini memperkuat ketahanan nasional dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor produk penting seperti soda kaustik dan Ethylene Dichloride.

Baca Juga

Danantara Bakal Suntik Program 3 Juta Rumah Senilai Rp 130 Triliun

“Di Danantara Indonesia, kami menyambut baik kemitraan global yang memiliki visi yang sama untuk membangun ekosistem industri yang tangguh dan bernilai tinggi di tengah dinamika ekonomi Asia,” imbuh Pandu.

Sementara itu, Chief Executive Officer INA Ridha Wirakusumah mengatakan, kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama kami untuk memperkuat fondasi industri Indonesia melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan impor terhadap bahan baku utama yang penting bagi berbagai sektor nasional.

“Dengan menggabungkan kekuatan investor institusi dan pemimpin industri, kami tidak hanya menjawab kebutuhan akan keamanan pasokan strategis, tetapi juga membangun landasan bagi pertumbuhan industri jangka panjang yang skalabel—yang pada akhirnya memperkuat daya saing dan ketahanan Indonesia di kancah ekonomi global,” terangnya.

Kepercayaan Investor

Pabrik CA-EDC akan dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak perusahaan Chandra Asri Group. Saat ini, proyek berada pada fase pertama yang mencakup pembangunan pabrik CA-EDC dengan kapasitas produksi sebesar 400.000 ton soda kaustik padat per tahun (setara dengan 827.000 ton dalam bentuk cair) dan 500.000 ton Ethylene Dichloride.

Proyek yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) ini bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedua bahan tersebut, sehingga mendorong kemandirian dalam produksi nasional serta memperkuat proses hilirisasi industri.

Baca Juga

Dikabarkan IPO 10% Saham, Anak Usaha Chandra Asri (TPIA) bakal Raup Dana Segini  

“Masuknya Danantara Indonesia dan INA mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan industri kimia di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami membangun fondasi yang kuat untuk mendorong pengembangan industri yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Presiden Direktur Chandra Asri Group Erwin Ciputra.

Diketahui, produksi Ethylene Dichloride dari pabrik ini akan diekspor dan berpotensi menghasilkan devisa hingga Rp 5 triliun per tahun. Pabrik ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor soda kaustik dengan proyeksi penghematan hingga Rp 4,9 triliun setiap tahunnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024