Danantara Indonesia dan INA Teken Perjanjian Investasi untuk Chandra Asri Group
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Danantara Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA), dan Chandra Asri Group resmi menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) untuk memperkuat kapasitas produksi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC) domestik serta meningkatkan ketahanan pasokan dalam negeri. Perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani antara Danantara Indonesia, INA, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), di mana Danantara Indonesia dan INA berperan sebagai investor strategis dalam proyek ini.
Perjanjian ini menandai fase komitmen modal untuk mendukung pembangunan pabrik Chlor Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten, yang dikembangkan dan dioperasikan oleh Chandra Asri Group. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku krusial yang digunakan di berbagai industri, sekaligus mendorong agenda hilirisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi jangka panjang Indonesia. Dengan adanya kapasitas produksi Caustic Soda domestik, diharapkan dapat memperkuat substitusi impor dan ketahanan pasokan dalam negeri.
Selain itu, produksi EDC juga akan mendukung kebutuhan industri dalam negeri dan berpotensi meningkatkan ekspor, memberikan kontribusi pada devisa, serta meningkatkan daya saing industri kimia nasional.
Pembangunan pabrik CA-EDC ini memiliki nilai proyek sebesar USD 800 juta dan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang fokus pada produksi bahan baku esensial untuk industri hulu dan hilir. Caustic Soda banyak digunakan dalam produksi sabun, deterjen, pemurnian alumina, serta pembuatan kertas, sedangkan EDC merupakan bahan baku utama yang mendukung industri konstruksi dan pengemasan.
Baca Juga
Danantara dan INA Gelontorkan Investasi US$ 200 Juta di Proyek CA-EDC Chandra Asri (TPIA)
Dalam struktur investasi yang disepakati, Danantara Indonesia dan INA bersama-sama akan menanamkan modal sebesar USD 200 juta. Pendanaan ini akan digunakan untuk pembangunan fasilitas industri strategis CA-EDC yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak perusahaan Chandra Asri Group. Fasilitas ini direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2027.
Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menyatakan, “Perjanjian hari ini menegaskan komitmen Danantara Indonesia untuk memperkuat industri strategis nasional yang memberikan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya sebagai respons terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, yang merupakan kunci penggerak ekonomi Indonesia,”
Eddy Porwanto, Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, menambahkan, “Investasi ini mencerminkan mandat investasi jangka panjang INA untuk menggerakkan modal pada sektor-sektor yang menjadi prioritas nasional. Bersama Chandra Asri Group sebagai pelaku utama industri petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia dan terkemuka di Asia Tenggara, serta Danantara Indonesia sebagai mitra investor jangka panjang, kolaborasi ini bertujuan membangun fondasi permodalan yang kuat untuk mendukung pengembangan kapasitas industri bahan baku strategis secara berkelanjutan,”
Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyambut baik partisipasi Danantara Indonesia dan INA dalam proyek CA-EDC ini.
“Kami berharap proyek CA-EDC ini dapat mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, memperkuat ketahanan rantai pasok nasional, dan mendukung hilirisasi. Selain itu, pembangunan fasilitas ini juga akan membuka peluang kerja baru sebanyak 3.000 pada fase konstruksi dan 250 saat operasional, serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan industri di Cilegon dan sekitarnya,” ujar Erwin.
Pada fase pertama, pabrik CA-EDC ini akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 400.000 ton Caustic Soda dan 500.000 ton Ethylene Dichloride. Fasilitas ini dikembangkan dengan standar teknologi dan keselamatan industri yang tinggi untuk memastikan efisiensi operasional, keandalan pasokan, dan kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan.
Kolaborasi antara Danantara Indonesia, INA, dan Chandra Asri Group ini merupakan sinergi antara pengelola investasi negara dan perusahaan petrokimia terkemuka. Dengan memperkokoh rantai pasok domestik dan membuka peluang ekspor yang lebih luas, kemitraan ini berkontribusi pada percepatan industrialisasi berkelanjutan dan memperkuat posisi daya saing Indonesia di pasar global.

