Begini Prediksi IHSG Pekan Depan, Tiga Saham BRMS, ADRO, dan TOBA Jadi Pilihan Teratas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas, namun tetap menunjukkan kecenderungan menguat sepanjang pekan ini. Rentang pergerakan dalam kisaran support kuat 7.478 dan resistance 7.600. Sedangkan saham-saham emiten berbasis sumber daya alam yang mulai berorientasi pada transisi energi, seperti BRMS, ADRO, dan TOBA, layak dilirik.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan, pergerakan IHSG pekan ini masih dibayangi oleh sentimen global yang beragam. Pelaku pasar cenderung bersikap wait and see sembari menantikan kejelasan arah kebijakan ekonomi dari dua kekuatan utama dunia, yakni Amerika Serikat dan China.
Baca Juga
Pantas Sahamnya Terbang Pekan Ini, Emiten Ini Ternyata Cetak Lompatan Laba 690,25% di Semester I
“Fokus pasar masih tertuju pada saham-saham sektor sumber daya yang tengah mentransformasi model bisnisnya ke arah energi dan mineral strategis yang saat ini justru menjadi penopang utama dalam narasi pertumbuhan jangka panjang pasar modal Indonesia,” ujarnya kepada investortrust.id Minggu, (27/7/2025).
Sebagaimana diketahui, IHSG akhir pekan lalu atau Jumat, (25/7/2025) ditutup moderat dengan kenaikan 12,60 poin atau 0,17% ke level 7.543,50 di tengah tekanan dari pasar regional yang mayoritas melemah. Meski indeks LQ45 terkoreksi 0,66%, IHSG mamu bertahan di zona hijau. Bahkan, kenaikan indeks dalam sepekan sebanyak 231,58 poin atau 3,17%.
Aktivitas perdagangan tercatat masih aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,9 triliun di mana Rp 1,59 triliun berasal dari pasar negosiasi. Dari sisi makro, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat tipis ke Rp 16.310 per dolar AS, menunjukkan stabilitas di tengah volatilitas eksternal. “Di sektor korporasi, investor mencermati langkah transformasi strategis dari emiten-emiten berbasis sumber daya alam yang mulai berorientasi pada transisi energi,” jelas dia.
Saham Pilihan
Salah satunya menurut Hendra, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), anak usaha dari Grup Bakrie yang kini mulai serius menggarap potensi tambang tembaga melalui anak usahanya, PT Gorontalo Minerals. “Manajemen perusahaan secara eksplisit menyatakan fokus mereka kini adalah mempercepat eksplorasi dan pengembangan tembaga di Gorontalo. Potensi sumber daya proyek ini sangat besar, dengan estimasi cadangan probable mencapai 105 juta ton dan kadar tembaga hingga 0,7%,” jelasnya.
Jika terealisasi sesuai target, lanjut dia, BRMS tidak hanya menjadi diversifikasi strategis bagi Grup Bakrie, namun bisa menjelma sebagai salah satu produsen tembaga nasional yang signifikan, mendukung kebutuhan logam dasar. Saham BRMS direkomendasikan buy dengan target harga Rp 480.
Baca Juga
Menanti Sejarah Baru: HUT ke-80 RI dan 48 Tahun Pasar Modal, IHSG Menuju 8.000?
Transformasi serupa juga dilakukan oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yang sebelumnya dikenal sebagai Adaro Energy. Saat ini, ADRO hanya mempertahankan bisnis batu bara kokas yang lebih ramah lingkungan dan digunakan dalam industri baja, sementara secara agresif mengembangkan bisnis energi hijau melalui Adaro Green dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).
“Dengan visi Adaro Energy 4.0 yang menggabungkan energi bersih, mineral masa depan, dan ekosistem EV supply chain menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menghadapi era dekarbonisasi. Dengan strategi tersebut, saham ADRO direkomendasikan buy dengan target harga Rp 2.100,” terang dia.
Selain itu, Hendra menyoroti perubahan arah bisnis menuju keberlanjutan juga diperlihatkan oleh PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), yang kini mengonsolidasikan lini usahanya ke dalam satu ekosistem energi hijau, mencakup pembangkit terbarukan, pertambangan, hingga kendaraan listrik.
Baca Juga
Saham ADRO dan AADI Melesat jelang RUPS, Seberapa Tinggi bisa Menguat?
“Emiten ini menjadi contoh nyata dari perusahaan energi tradisional yang bertransformasi secara proaktif menyambut era energi bersih. TOBA kini semakin menonjol sebagai salah satu pemain penting dalam pembangunan infrastruktur energi hijau nasional,” ungkapnya.
Dengan strategi jangka panjang yang jelas dan portofolio bisnis yang terdiversifikasi, saham TOBA dinilai menarik untuk dikoleksi dengan target harga Rp 1.200.
Grafik Sasham BRMS, ADRO, dan TOBA

