Begini Prospek Saham Batu Bara di Tengah Koreksi Harga Minyak, Saham ADRO Pilihan Teratas
JAKARTA, investortrust.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (Mirae Asset) mengungkapkan permintaan batu bara dari China, India, dan negara-negara Asia Tenggara, diprediksi tetap bertumbuh. Sedangkan faktor utama pendongkrak kinerja emiten batu bara datang dari peningkatan volume produksi dan efisiensi.
Research Analyst Mirae Asset Rizkia Darmawan mengatakan, impor batu bara China diprediksi tetap kuat, meskipun persaingan produsen batu bara dari Australia, Mongolia, dan Rusia dapat menantang ekspor batu bara dari Indonesia. Diprediksi impor batu bara China naik 12% secara tahunan pada 2024.
Baca Juga
Kemudian ekspor batu bara Indonesia ke India dan Asia Tenggara, khususnya Vietnam, Filipina, dan Malaysia, diprediksi terus bertumbuh, karena peningkatan permintaan energi yang berimbas langsung terhadap konsumsi batu bara hingga tahun 2025.
Mirae Asset memprediksi harga batu bara patokan Newcastle akan mendekati US$ 130 per ton. Dengan harga tersebut, pertumbuhan volume dan efisiensi biaya masih menjadi pendorong utama kinerja keuangan emiten batu bara Indonesia tahun depan.
“Kami memperkirakan pertumbuhan volume dan efisiensi biaya menjadi faktor utama penopang kinerja keuangan emiten batu bara local ke depan. Oleh karena itu, kami mempertahankan rekomendasi netral untuk sektor ini dengan pilihan teratas saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO),” tulisnya dalam catatan riset, Senin (9/9/2024).
Baca Juga
Ekspektasi Kenaikan Produksi dan Ekspor Batu Bara, Begini Prospek Saham Adaro Energy (ADRO)
Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan netral saham ADRO dengan target harga Rp 3.650 per saham.
Terkait peluang kenaikan harga jual batu bara, Rizkia menyebutkan, potensi kenaikan harga minyak secara fundamental karena pemotongan suku bunga dan depresiasi dolar. Sedangkan faktor dinamika penawaran permintaan dan risiko geopolitik masih menjadi hambatan terhadap harga komoditas ini.
“Kami memperkirakan harga minyak akan diperdagangkan antara US$ 70-80 per barel tahun 2025, mengikuti target rata-rata US$ 85 per barel tahun 2024,” ujar Darma.
Harga Batu Bara Newcastle

