Goldman Sachs dan BNY Tawarkan Akses ke Dana Pasar Uang Tokenisasi, Tandai Percepatan Digitalisasi Keuangan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dua raksasa Wall Street yaitu Goldman Sachs dan Bank of New York Mellon (BNY) bersiap menawarkan akses kepada investor institusi ke dana pasar uang (money market funds) yang telah ditokenisasi.
Melansir Cointelegraph, Kamis (24/7/2025), langkah keduanya dinilai akan membuka peluang penyelesaian transaksi secara real time, akses pasar 24/7, serta meningkatkan efisiensi di pasar global.
Klien BNY yang merupakan bank kustodian terbesar di didunia disebut akan dapat berinvestasi dalam dana pasar uang dengan kepemilikan yang dicatat langsung di blockchain privat milik Goldman Sachs.
“Seiring sistem keuangan bertransisi menuju arsitektur ynag lebih digital dan real time, BNY berkomitmen untuk menyediakan solusi yang terukur dan aman yang membentuk masa depan keuangan,” ujar Kepala Likuiditas, Pembiayaan, dan Agunan Global BNY Laide Majiyagbe.
Baca Juga
Risiko Gangguan di Selat Hormuz, Goldman Sachs: Harga Minyak Bisa Tembus $110
Inisiatif ini juga melibatkan sejumlah pemain besar industri, termasuk BlackRock, Fidelity Investments, Federated Hermes, serta divisi manajamen aset dari Goldman dan BNY.
Langkah Goldman dan BNY ini muncul di tengah perubahan lanskap regulasi setelah disahkannya GENIUS Act, sebuah undang-undang baru di Amerika Serikat (AS) yang melarang stablecoin berbunga. UU tersebut disahkan dengan dukungan mayoritas bipartisan di DPR AS, pekan lalu.
Sebagai alternatif, dana pasar uang yang ditokenisasi menawarkan imbal hasil (yield) yang menarik bagi hedge fund, dana pensiun, dan korporasi sebagai instrumen pengelolaan kas dengan volatilitas rendah.
Baca Juga
Goldman Sachs Perkirakan The Fed Pangkas Suku Bunga Tiga Kali Tahun 2025
Dana-dana ini biasanya didukung oleh obligasi pemerintah AS atau instrumen berisiko rendah lainnya, dan menggunakan blockchain untuk menerbitkan saham fraksional untuk menyelesaikan transaksi secara real time.
Laporan Moody’s bulan lalu menyatakan, aset dalam dana jangka pendek yang ditokenisasi telah tumbuh menjadi US$ 5,7 miliar sejak 2021, seiring meningkatnya minat dari manajer aset tradisional, perusahaan asuransi, dan pialang untuk menjembatani pasar fiat dan digital.
Langkah Goldman dan BNY memperkuat tren tokenisasi paras modal yang juga tengah digarap pemain lain. Awal bulan ini, CEO Robinhood Vlad Tenev mengumumkan rencana peluncuran Robinhoon Chain, blockchain layer-2 berbasis Ethereum di atas Arbitrum Orbit.
Platform ini akan memungkinkan perdagangan derivatif tokenisasi saham secara langsung di blockchain, tanpa terikat jam operasional bursa tradisional.

