Goldman Sachs Pangkas Peringkat Pasar Saham Indonesia, BEI Ungkap Begini
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons keputusan Goldman Sachs Group, Inc yang memangkas peringkat pasar saham Indonesia dari overweight menjadi market weight.
Pemangaksan peringkat tersebut sempat berdampak negative terhadap laju indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang Senin-Selasa, sebelum akhirnya berbalik menguat hari ini, Rabu (12/3/2025).
Baca Juga
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, BEI selalu menghormati independensi lembaga rating. Namun, di saat yang bersamaan BEI juga turut serta aktif menyampaikan fundamental Indonesia terkait kondisi emiten-emiten secara objektif.
"Kita juga mendorong dan memfasilitasi emiten-emiten Indonesia untuk menyampaikan informasi ke publik. Misalnya dengan public exposes setiap tiap tahun. Kemudian kalau kita melakukan kegiatan-kegiatan di luar, kita sampaikan bagaimana kondisi Indonesia secara objektif," kata Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, (12/3/2025).
Baca Juga
Lampau Target, GOTO Akhirnya Cetak EBITDA Disesuaikan Positif Rp 386 Miliar di 2024
Lebih lanjut, Jeffrey mengatakan, dirinya tetap yaki fundamental emiten dalam negeri kuat, sehingga investor asing diharapkan akan kembali lagi. Apalagi BEI telah menerapkan sejumlah kebijakan untuk bisa menarik investor asing, seperti penundaan short selling dan kebijakan buyback saham tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Tapi kembali lagi kalau ditanya fluktuasi indeks, kami selalu bilang itu adalah mekanisme pasar, tentu ada persepsi dan ada ekspektasi. Jadi pesan yang kita sampaikan ke pasar itu adalah otoritas, regulator itu hadir dalam kondisi-kondisi seperti ini. Kalau memang dibutuhkan kolaborasi dalam bentuk regulasi, kami siap untuk memberikan dukungan," terang Jeffrey.

