Saham COIN, DCII, NRCA, hingga ARCI Terkena Suspensi Usai Melambung Pesat
JAKARTA, investortrust.id –Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan tiga saham dan sebaliknya membuka kembali perdagangan (unsuspensi) satu saham mulai sesi I, Selasa (22/7/2025).
Tiga saham yang dihentikan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), dan PT Nusara raya Cipta Tbk (NRCA). Penghentian transaksi tiga saham ini merupakan yang kedua dalam tiga hari terakhir, sehingga terbuka peluang suspense lebih dari satu hari transaksi. Sebaliknya transaksi saham PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) dibuka kembali hari ini.
Baca Juga
IHSG Lanjutkan Penguatan Beruntun 0,60%, CDIA kembali Jadi Motor Penggerak
Meski adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) listing bersama dengan COIN dan mencatatkan ARA dengan jumlah hari yang sama, saham CDIA terbebas dari suspense hari ini. Saham CDIA dan COIN merupakan pendatang baru yang listing di BEI sejak 9 Juli. Selama tercatat, saham ini ditransaksikan melesat hingga auto reject atas (ARA) delapan hari beruntun dan telah sempat terkena suspense pada 17 Juli 2025.
Berdasarkan data, harga saham CDIA telah melambung sebanyak 539,47% dari harga perdana Rp 190 menjadi Rp 1.215 hanya dalam delapan hari ditransaksi di BEI. Begitu juga dengan saham COIN telah melesat sebanyak 635% dari Rp 100 menjadi Rp 735 dalam kurun waktu sama.
Baca Juga
Tarif AS 1 Agustus: Alat Negosiasi atau Sinyal Perang Dagang Baru?
Kenaikan pesat juga dicatatkan saham anak usaha PT United Tractros Tbk (UNTR), yaitu NRCA. Saham emiten konstruksi ini telah melambung sebanyak 233% menjadi Rp 1.015 dalam sebulan terakhir. Bahkan saham ini telah terkena suspensi pada Jumat (18/7/2025) akibat lonjakan tersebut.
Begitu juga dengan saham DCII telah melambung sebanyak telah melambung sebanyak 91,87% menjadi Rp 288.950. Lompatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham emiten data center ini menjadi Rp 688,56 triliun menggulingkan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) senilai Rp 640,82 triliun dari posisi nomor empat.
Grafik Saham

