6 Saham Terkena Suspensi Akibat Lonjakan Harga, Ada IRSX hingga AYAM
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesaia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan enam saham mulai sesi I, Jumat (5/12/2025). Penghentian dipicu atas lompatan harga saham dalam sebulan terakhir.
Enam saham tersebut terdiri atas PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), PT GTS Internasional Tbk (GTSI), PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), dan PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM).
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham TRUE melambung lebih dari 82% menjadi Rp 228 dalam sebulan terakhir. Bahkan, saham emiten ini telah terkena suspense sebanyak 3 kali selama tiga bulan terakhir.
Baca Juga
IHSG Bisa Lajutkan Penguatan Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin HUMI Menarik
Kenaikan pesat juga melanda saham IRSX menguat sebanyak 135,58% menjadi Rp 490 dalam sebulan terakhir. Saham LUCY melambung sebanyak 98% menjadi Rp 228 dalam sebulan terakhir.
Lompatan harga juga melanda saham GTSI melesat lebih dari 85% menjadi Rp 234 dalam sebulan terakhir, saham IMJS menguat sebanyak 100% menjadi Rp 466 dalam sebulan terakhir, dan saham AYAM melesat sebanyak 117% menjadi Rp 390 selama sebulan terakhir.
Sebaliknya, BEI membuka kembali (unsuspensi) perdagangan saham PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) dan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK). Adapun saham KDTN dibuka di PPK dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Baca Juga
Unilever (UNVR) Bagikan Dividen Interim, Ternyata Target Harga Sahamnya masih Menarik
Sebelumnya transaksi dua saham tersebut dihentikan sementara dipicu atas lompatan harga. Berdasarkan data BEI, saham KDTN melambung lebih dari 206% menjadi Rp 356 dalam sebulan sebelum dihentikan sementara pada 17 November 2025.
Begitu juga dengan saham ROCK telah melesat lebih dari 145% menjadi Rp 1.325 selama sebulan terakhir atau sebelum terkena suspense kemarin. Adapun sepanjang year to date (ytd), kenaikan harga saham tersebut telah elbih dari 373%.

