Jelang RUPSLB, Saham Perma Plasindo (BINO) Disebut bakal Menuju Rp 200
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Perma Plasindo Tbk (BINO) disebut bisa menguat menuju Rp 200, seiring dengan rencana penyelenggaraan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk memutuskan persetujuan penarikan pinjaman dana dari pemegang saham. Kemarin, saham BINO ditutup level Rp 108.
RUPSLB tersebut direncakan digelar besok atau Kamis (17/7/2025) dengan satu agenda persetujuan transaksi affiliasi berupa pemberian pinjaman dana senilai Rp 55 miliar dari pengendali Ruhong Holdings Pte Ltd. Penarikan pinjaman ini diharapkan menjadi momentum terhadap pergearkan harga saham BINO.
Baca Juga
Transaksi Saham KRAS, FITT, dan MFIN Dibuka Kembali, Dua Masuk FCA
Perseroan menyebutkan bahwa transaksi tersebut bertujuan untuk memperbaiki struktur permodalan BINO yang digunakan untuk melunasi pinjaman bank dan kebutuhan modal kerja dalam pengembangan produk-produk baru. Pemberian pinjaman juga menunjukkan bahwa Ruhong Holding tidak hanya sebagai pemegang saham pasif, melainkan investor aktif yang mendukung penuh pertumbuhan bisnis BINO.
Dengan menarik pinjaman dari pemegang saham, BINO bisa menekan biaya bunga dan proses lebih sederhana, dibandingkan pinjaman bank. Diperkirakan pinjaman tersebut dikenakan bunga sekitar 6% atau lebih rendah dari tarif bunga pasar sekitar 6,73%.
Baca Juga
Masuknya dana segar tersebut akan membuat pengurangan utang bank jangka pendek bernilai Rp 23,47 miliar dan utang bank jangka panjang sebanyak Rp 5,66 triliun. Sebagaimana diketahui utang bank memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi, sehingga penarikan tersebut akan menekan beban bunga perseroan ke depan.
BINO sebelumnya melakukan penyertaan saham pada perusahaan patungan bernama PT Solumitra Mandiri Abadi. Hingga kuartal I-2025, perseroan membukukan pendapatan mencapai Rp 83,97 miliar dengan rugi usaha mencapai Rp 656,50 juta.

