Meski Nilai Transaksi Baru Rp 77,95 Miliar, IDXCarbon bisa Raih Penghargaan di Carbon Positive Awards 2025
JAKARTA, investortrust.id – Sebagai penyelenggara bursa karbon Indonesia memiliki lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) meraih Best Official Carbon Exchange in an Emerging Economy di ajang Carbon Positive Awards 2025.
“Sebuah kehormatan BEI melalui IDX Carbon untuk menerima penghargaan ini. Di tengah tantangan dinamika dekarbonisasi dan perdagangan karbon global maupun nasional,” ungkap Direktur Utama BEI Iman Rachman, Selasa (15/7/2025).
Baca Juga
BEI Incar Volume Transaksi IDXCarbond 3 Juta Ton hingga Akhir 2025
IDXCarbon menjadi satu-satunya organisasi dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan pada Carbon Positive Awards 2025. Menurut Iman, hal ini menunjukan apresiasi atas komitmen dan kontribusi IDXCarbon dalam mendukung komitmen Pemerintah Indonesia menjalankan upaya dekarbonisasi.
Carbon Positive Awards 2025 diberikan oleh Green Cross United Kingdom kepada 100 dari 1.428 organisasi yang masuk dalam nominasi beberapa kategori, Hal ini dibagi sesuai dengan kontribusi masing-masing organisasi dalam ekosistem Pasar Karbon Wajib (Compliance Carbon Market) maupun Pasar Karbon Voluntary (Voluntary Carbon Market).
Green Cross United Kingdom merupakan bagian dari organisasi Green Cross International, sebuah non-governmental organization (NGO) yang didirikan pada 1993 dan berfokus pada isu keamanan, kemiskinan, serta lingkungan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Rp 10.000 karena Penguatan Dolar hingga Data Ekonomi AS
Iman menilai, IDXCarbon punya peran penting sebagai salah satu fasilitas untuk membangun fondasi pasar karbon Indonesia yang baru berjalan. Selain itu, IDXCarbon merupakan lembaga yang beroperasi di bawah pengawasan OJK dalam menyediakan platform yang robust dan teregulasi.
Sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 11 Juli 2025 IDXCarbon, telah mencatat total volume transaksi sebesar 1.599.326 ton CO₂e dengan nilai mencapai Rp 77,95 miliar. Dari jumlah tersebut sebanyak 980.475 ton CO₂e telah dipensiunkan. IDXCarbon kini melibatkan 113 Pengguna Jasa dan mencatat 3.054.454 ton CO₂e SPE-GRK atau setara 97% dari total unit yang diterbitkan dalam SRN-PPI.
Sebanyak delapan proyek resmi terdaftar di IDXCarbon, mencakup berbagai sektor energi bersih dan pengelolaan limbah, hingga pemanfaatan limbah palm oil mill effluent (POME) untuk biogas. Iman mengatakan, pencapaian ini menunjukkan peran strategis IDXCarbon dalam mendukung transisi energi bersih dan pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca nasional. “IDXCarbon akan selalu berkomitmen menyiapkan infrastruktur perdagangan karbon terbaik Indonesia," pungkasnya.

