IHSG Mencoba Level 7.000, Tiga Saham Ini Layak Dipantau
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, (8/7/2025), diproyeksikan bergerakan diperkirakan bergerak lanjutkan technical rebound dengan kecenderungan menguji resistance level 7.000 dengan saham pilihan PGEO, PANI, dan BTPS.
Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa pegerakan indeks ditopang kembaliknya likuiditas perdagangan saham usai penawaran saham 8 emiten telah dituntaskan. Pergerakan juga dipengaruhi rilis data consumer confiende hari ini. Sedangkan rentang pergerakan indeks hari ini adalah 6.840-7.000.
Baca Juga
Trump Umumkan Tarif Baru hingga 40% ke 14 Negara, Indonesia Termasuk
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi pelemahan bursa saham Wall Street, yaitu Dow Jones melemah 0,94%, indeks S&P500 melemah 0,79%, dan Nasdaq turun sebanyak 0,92%. Perterakan indeks juga akan dipengaruhi pergerakan bervariasi bursa saham Eropa kemarin.
Di tengah potensi pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham PGEO dengan target harga Rp 1.470-1.550, PANI dengan target harga Rp 11.925-12.400, dan BTPS dengan target harga Rp 1.425-1.470. Sebaliknya saham GJTL direkomendasikan jual.
Kemarin, IHSG berhasil ditutup menguat sebanyak 35,74 poin atau 0,52% ke level 6.900,93 pada perdagangan Senin (7/7/2025), ini mencerminkan ketahanan pasar domestik di tengah tekanan eksternal yang masih dominan.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidasi, Saham BRPT, BRMS, dan MBMA Layak Dilirik
Meski sempat bergerak fluktuatif di awal sesi, penguatan ini mencerminkan adanya aksi beli selektif menjelang tenggat kebijakan tarif balasan Amerika Serikat pada 9 Juli yang menimbulkan kecemasan akan potensi perang dagang baru dan perlambatan ekonomi global.
Pemodal asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 593 miliar pada perdagangan kemarin. Net sell terbanyak melanda saham BMRI Rp 170,2 miliar, BBCA Rp 105,9 miliar, dan IBCP Rp 39 miliar. Sebaliknya saham BRPT cetak net buy Rp 52,2 miliar, BBRI Rp 27,5 miliar, dan ASII Rp 19,5 miliar.

