TON Tawarkan Jalur Visa Emas UEA Lewat Investasi Kripto, Otoritas Setempat Bantah Keterlibatan Resmi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Platform blockchain yang berasal dari Telegram, Open Network (TON), mengumumkan program yang diklaim memungkinkan investor kripto memperoleh Golden Visa Uni Emirat Arab (UEA) selama 10 tahun. Namun, klaim tersebut dengan cepat dibantah oleh otoritas resmi UEA, yang menyatakan tidak ada keterkaitan antara aset digital dan program visa tersebut.
Melansir CoinMarketCap, Senin (7/7/2025), dalam pengumuman resminya akhir pekan lalu, TON menyebut bahwa pelamar yang melakukan staking Toncoin (TON) senilai minimal US$ 100.000 selama tiga tahun dan membayar pemrosesan sebesar US$ 35.000 dapat memperoleh Visa Emas dalam waktu kurang dari tujuh minggu.
Program ini juga disebut mencakup anggota keluarga seperti pasangan, anak, dan orang tua tanpa biaya tambahan. TON menjanjikan imbal hasil tahunan sebesar 3% hingga 4% atas aset yang dipertaruhkan, yang dikendalikan penuh oleh pengguna melalui kontrak pintar di blockchain TON.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, Kantor Berita Emirates (WAM) menerbitkan klarifikasi dari tiga otoritas utama, yaitu The Federal Authority for Identity, Citizenship, Customs and Port Security (ICP); the Securities and Commodities Authority (SCA); dan the Virtual Assets Regulatory Authority (VARA).
Baca Juga
Gemparkan Dunia Kripto, AI Diduga Bobol Kunci Privat Bitcoin
Dalam pernyataan bersama, ketiga lembaga tersebut menegaskan bahwa Golden Visa tidak diberikan kepada pemegang aset digital atau pelamar melalui investasi kripto. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi yang menyesatkan dan hanya merujuk pada sumber resmi.
Lebih lanjut, VARA menyatakan bahwa perusahaan dibalik TON tidak memiliki lisensi atau regulasi dari otoritas aset virtual tersebut.
Meski begitu, pengumuman awal dari TON sempat memicu lonjakan harga token Toncoin hingga lebih dari 10%. Senin siang ini Toncoin diperdagangkan di kisaran US$ 2,98, naik sekitar 8% dalam 24 jam terakhir, namun masih turun lebih dari 60% dibandingkan tahun lalu, menurut CoinMarketCap.
Baca Juga
Antusiasme Investor Tinggi, IPO Indokripto Koin Semesta (COIN) "Oversubscribed" Lebih Dari 70 Kali
Beberapa pelaku industri menanggapi hal ini dengan skeptis. Joe HedgeHog dari Sigil Fund menyebut, “Pihak ketiga menggunakan TON sebagai perantara untuk menawarkan visa kepada klien mereka, sama seperti mereka bisa saja menggunakan ‘FARTCOIN’ atau token lainnya,” ujarnya.
Meski program ini tampak kontroversial, UEA memang sedang gencar memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi blockchain global. Regulator keuangan Dubai bulan lalu menyetujui stablecoin RLUSD milik Ripple dan memperbaharui pedoman terkait tokenisasi aset dunia nyata atau real world asset (RWA).
Lebih dari 600 perusahaan kripto telah terdaftar di zona bebas Dubai Multi Commodities Centre, menegaskan daya tarik EUA sebagai tujuan utama proyek kripto dan Web3.

