Dirut Ajaib Sekuritas Klaim Tak Ada Kejanggalan Soal Tagihan Investor Rp1,8 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Ajaib Sekuritas Asia (Ajaib Sekuritas), pemilik platform trading saham Ajaib menyebut tidak ditemukan kejanggalan dalam proses maupun hasil transaksi saham senilai Rp 1,8 miliar yang dilakukan salah satu investor ritel pengguna platform.
Disampaikan Direktur Utama (Dirut) Ajaib Sekuritas Juliana, pihaknya telah menginvestigasi kasus yang diadukan oleh salah satu investor ritel pengguna platform Ajaib, bernama Niyo, yang mengeluhkan tagihan sebesar Rp1,8 miliar dari transaksi yang menurutnya tidak ia lakukan.
“Kami telah menelusuri secara menyeluruh transaksi yang dimaksud dan tidak menemukan indikasi kejanggalan,” kata Juliana dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (6/7/2025).
Dikatakan Juliana, nasabah atau investor ritel bernama Niyo tersebut telah melakukan transaksi miliaran rupiah dengan portofolio saham yang juga bernilai lebih dari Rp1 miliar dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Baca Juga
Dana Nasabah Diklaim Aman, Ajaib Sekuritas Pastikan Transaksi Tetap Sesuai Regulasi
Menurut Juliana, jumlah portofolio saham nasabah ini sekaligus menjawab pertanyaan sejumlah pihak mengapa nasabah bisa melakukan transaksi hingga lebih dari Rp1 miliar. Transaksi yang terjadi juga telah melalui proses konfirmasi di perangkat handphone yang tercatat sebagai trusted device dalam sistem Ajaib.
“Tidak lama setelahnya, nasabah juga melakukan transaksi serupa, yang kemudian diakui dilakukan secara sadar oleh yang bersangkutan. Semua jejak digital dari proses ini terekam dalam sistem kami,” kata Juliana.
Dalam kesempatan yang sama Juliana menyampaikan rasa simpatinya kepada nasabah yang mengalami ketidaknyamanan. Namun ia menekankan bahwa privasi dan keamanan data nasabah selalu menjadi prioritas Ajaib.
Juliana juga menyampaikan pihaknya memilih menyampaikan fakta secara terbuka, karena sebagian detail transaksi sudah lebih dulu diungkapkan ke publik oleh nasabah. “Ini bukan soal mencari siapa yang salah atau benar, melainkan menjadi pelajaran penting untuk membangun layanan yang lebih baik. Ini adalah panggilan bagi kami untuk membuat platform yang lebih mudah dipahami dan lebih ramah bagi semua investor, dari yang baru mulai berinvestasi, hingga yang aktif trading setiap hari,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap perbaikan, Juliana menyampaikan rencananya untuk menemui langsung para nasabah dalam 30 hari ke depan. “Saya ingin mendengarkan dan memahami lebih dalam, agar Ajaib bisa benar-benar menjadi mitra investasi yang dibutuhkan teman-teman,” tuturnya.
Sementara itu pemilik akun Ajaib lewat laman Instagramnya @friendshipwithgod mengeklaim pola transaksi pembelian saham selalu konsisten. Dalam hal ini, Niyo mengaku nilai belanja harian tergolong kecil, tetapi stabil. Bahkan, tidak pernah ada lonjakan pembelian besar yang abnormal, sampai 24 Juni 2025 muncul transaksi pembelian saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) senilai Rp1,8 miliar.
“Lalu karena kebetulan sekarang nilai portofolio saya sudah miliaran, yang saya kumpulkan dengan disiplin nabung selama 3 tahun lebih, kok logikanya jadi dibalik? Transaksi abnormal ini dianggap wajar?,” ujar pemilik akun @friendshipwithgod, Minggu (6/7/2025).
“Logika macam apa itu? Rekam jejak saya jelas. Silahkan buka rekaman transaksi saya selama 3 tahun 6 bulan. Masa karena sekarang portofolio saya besar, tiba-tiba pembelian Rp1,8 miliar dianggap biasa?” paparnya.

