4 Saham Ini Bikin Investor ‘Boncos’ Pekan Ini, Berikut Daftarnya
JAKARTA, investortrust.id – Empat saham torehkan performa terburuk pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini. Bahkan, nilai penurunannnya lebih dari 22% hanya dalam empat hari transaksi.
Berdasarkan data BEI, penurunan paling dalam dicatatkan saham PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) dengan penurunan harga saham sebanyak 27,21% dari Rp 147 menjadi Rp 107. Selanjutnya PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) melemah sebanyak 24,64% dari Rp 1.055 menjadi Rp 795.
Baca Juga
Banyak Indikator Tak Sesuai Harapan, Target Kinerja Keuangan dan Saham BNI (BBNI) Dipangkas
Penurunan dalam juga dicatatkan saham PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) sebanyak 24,12% dari Rp 228 menjadi Rp 173 dan PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) melemah 22,31% dari Rp 260 menjadi Rp 202.
Selanjutnya penurunan melanda saham CINT sebanyak 19,29% menjadi Rp 159, PTBA terkoreksi 18,64% menjadi Rp 2.400, AGAR turun 16,91% menjadi Rp 226, RGAS melemah 16,79% menjadi Rp 114, DMND melemah 16,54% menjadi Rp 555, dan MBSS melemah 16,47% menjadi Rp 1.420.
Terkait pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI pekan ini atau 23-27 Juni 2025 catatkan penurunan tipis 0,14% menjadi 6.897, sebanyak 10 saham ini justru makin melesat. Bahkan, PT Mitra Pack Tbk (PTMP) bisa torehkan lompatan harga 65,57%. Pemodal asing melepas sebanyak sebanyak Rp 112,61 miliar, dibandingkan pekan sebelumnya Rp 4,51 triliun.
Baca Juga
Meski IHSG Turun 0,14% Pekan Ini, 10 Saham Dipimpin PTMP Bikin Investor makin ‘Tajir’
Sedangkan pemicu koreksi indeks pekan ini terseret pelemahan sejumlah saham big cap pekan ini, seperti saham DSSA, BREN, MDKA, ANTM, PTBA, dan BYAN. Sebaliknya saham yang menjadi bantalan indeks dari kejatuhan adalah AMMN, BMRI, TLKM, BNLI, BBRI, dan BRPT.
Sedangkan saham dengan penguatan tertinggi dicatatkan saham PTMP dengan kenaikan dari level Rp 61 menjadi Rp 101 atau melesat menjadi 65,57%. Penguatan terbesar kedua dicatatkan anak usahanya PT Master Print Tbk (PTMR) sebanyak 55,83% dari Rp 240 menjadi Rp 374.
