Menuju Pengendali, Gaia Artha (GAIA) Borong 6,98% Saham Sumber Sinergi (IOTF) dari Pasar
JAKARTA, investortrust.id – PT Gaia Artha Dinamics (GAIA), selaku calon pengendali baru, telah memborong sebanyak 369,316 juta atau 6,98% saham PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) dari pasar dalam sepekan terakhir. Nilai transaksinya mencapai 64,75 miliar.
Pembelian dilakukan secara bertahap, yaitu pembelian sebanyak 87,42 juta saham IOTF dengan harga Rp 180,9 per saham pada 12 Juni. Pembelian sebanyak 86,80 juta saham IOTF dengan nilai transaksi Rp 195 per saham. Dilanjukan dengan membeli sebanyak 104,28 juta dengan harga Rp 198,2 per saham.
Baca Juga
Investor Ini Negosiasi Akuisisi Mayoritas Saham Sumber Sinergi (IOTF)
GAIA kembali memborong sebanyak 90,80 juta saham IOTF dengan harga pelaksanaan Rp 125 per saham pada 23 Juni. Nilai transaksinya mencapai Rp 11,35 miliar.
Sebelumnya, manajemen IOTF mengumumkan bahwa PT Gaia Artha Dinamic (GAIA) berniat mengakuisisi sebanyak 2,61 miliar atau 49,38% saham IOTF milik Dirut Alamsyah dan Gracia Pusptia Suciono.
“Merujuk surat dari GAIA pada 2 Juni 2025 disampaikan tengah dilakukan negosiasi atas pengambilalihan saham IOTF. GAIA berencan megnakuisisi sebanyak 2,61 miliar atau 49,38% saham IOTF,” tulis Dirut IOTF Alamsyah melalui penjelasan resminya awal bulan ini.
Baca Juga
Negosiasi dan penyelesaian atas pengambilalihan saham tersebut dilakukan secara langsung oleh GAIA dengan pemilik saham pengendali IOTF, yaitu Alamsyah dan Gracia Puspita Suciono. “Selain informasi tersebut, tidak ada informasi atau fakta material lain yang dapat kami ungkapkan,” tulis Alamsyah.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Alamsyah bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 29,63% saham IOTF. Darren Suciono menggenggam sebanyak 29,63% dan Gracia Puspita Suciono sebanyak 19,75% saham.
IOTF adalah perusahaan teknologi yang dikenal luas sebagai pemilik brand GPS Tracker terbesar di Indonesia, Fox Logger. Perseroan berhasil mencetak kenaikan laba bersih sebesar 68% menjadi Rp 516,57 juta pada kuartal I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 306,14 miliar. Penjualan juga melesat dari Rp 15,13 miliar menjadi Rp 16,85 miliar.

