Jelang Diakuisisi, Gaia Artha (GAIA) Kembali Borong Saham Publik Sumber Sinergi (IOTF)
JAKARTA, investortrust.id – PT Gaia Artha Dinamics (GAIA), selaku calon pengendali baru, kembali memborong public PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF). Sebanyak 26,07 juta atau 04,9% saham IOTF yang beredar di pasar telah diakumulasi.
GAIA sebelumnya terlebih dahulu membeli sebanyak 369,316 juta atau 6,98% saham IOTF dari pasar dengan nilai transaksinya mencapai 64,75 miliar.
Baca Juga
Transakasi Saham PACK dan UDNG Dibuka Kembali, Bakal Lanjutkan Lompatan Harga?
Akuisisi tersebut menjadikan total saham IOTF yang dimiliki langsung oleh GAIA bertambah dari semula 698% menjadi 7,47%. Sedangkan pembelian terakhir dilakukan GAIA pada 26 Juni dengan membeli sebanyak 26,07 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 106,6.
Sebelumnya, manajemen IOTF mengumumkan bahwa PT Gaia Artha Dinamic (GAIA) berniat mengakuisisi sebanyak 2,61 miliar atau 49,38% saham IOTF milik Dirut Alamsyah dan Gracia Pusptia Suciono.
“Merujuk surat dari GAIA pada 2 Juni 2025 disampaikan tengah dilakukan negosiasi atas pengambilalihan saham IOTF. GAIA berencan megnakuisisi sebanyak 2,61 miliar atau 49,38% saham IOTF,” tulis Dirut IOTF Alamsyah melalui penjelasan resminya awal bulan ini.
Negosiasi dan penyelesaian atas pengambilalihan saham tersebut dilakukan secara langsung oleh GAIA dengan pemilik saham pengendali IOTF, yaitu Alamsyah dan Gracia Puspita Suciono. “Selain informasi tersebut, tidak ada informasi atau fakta material lain yang dapat kami ungkapkan,” tulis Alamsyah.
Baca Juga
Investor Ini Negosiasi Akuisisi Mayoritas Saham Sumber Sinergi (IOTF)
Berdasarkan data registrasi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Alamsyah bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 29,63% saham IOTF. Darren Suciono menggenggam sebanyak 29,63% dan Gracia Puspita Suciono sebanyak 19,75% saham.
IOTF adalah perusahaan teknologi yang dikenal luas sebagai pemilik brand GPS Tracker terbesar di Indonesia, Fox Logger. Perseroan berhasil mencetak kenaikan laba bersih sebesar 68% menjadi Rp 516,57 juta pada kuartal I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 306,14 miliar. Penjualan juga melesat dari Rp 15,13 miliar menjadi Rp 16,85 miliar.

