Bunga Tak Ada Indikasi Turun, Cek Saham Rekomendasi AUTO, BBTN, dan MTEL
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi 0,47% ke 6.962 kemarin dan pergerakannya akan rawan terkoreksi. Untuk perdagangan hari ini, analis teknikal merekomendasikan sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Astra Otoparts (AUTO), Bank Tabungan Negara (BBTN), Erajaya Swasembada (ERAA), dan Dayamitra Telekomunikasi (MTEL). Sementara itu, pasar saham Amerika Serikat melemah pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat atau Rabu (22/11/2023) WIB, menyusul rilis risalah pertemuan terbaru Federal Reserve tidak memberikan indikasi penurunan suku bunga acuan di negara dengan ekonomi terbesar itu.
“IHSG terkoreksi ke 6.962 kemarin, disertai munculnya volume penjualan. Selama indeks tidak menguat di atas 7.011 sebagai resistance terdekatnya, maka posisinya saat ini berada di awal wave iv dari wave (iii). Ini berarti, pergerakan IHSG akan rawan terkoreksi untuk menguji 6.885-6.915, sekaligus untuk menutup gap,” kata Head of Research Retail MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana, Jakarta, Rabu (22/11/2023).
Baca Juga
Risalah Terbaru FOMC: Tak Ada Indikasi Penurunan Suku Bunga Fed
Ia menjelaskan lebih lanjut, level support IHSG adalah 6.887, kemudian 6.760. Sedangkan resistance berada di 7.020, kemudian 7.040.
Rincian Saham Rekomendasi
Berikut rincian saham-saham yang direkomendasi MNC Sekuritas.
AUTO - Buy on Weakness
Harga saham AUTO bergerak flat ke Rp 2.730 kemarin dengan masih didominasi volume pembelian, dan penguatan mampu berada di atas MA20. Selama masih mampu berada di atas Rp 2.510 sebagai stop loss-nya, maka posisi AUTO saat ini diperkirakan berada di awal wave [iii] dari wave 5.
Buy on weakness: Rp 2.650-2.700
Target price: Rp 2.870, Rp 3.110
Stop loss: di bawahRp 2.510.
BBTN - Buy on Weakness
BBTN terkoreksi 1,95% ke Rp 1.260 kemarin dan masih didominasi oleh volume penjualan. Saat ini, posisi BBTN diperkirakan berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c], sehingga masih rawan melanjutkan koreksi dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on weakness: Rp 1.215-1.240
Target price: Rp 1.305, Rp 1.330
Stop loss: di bawahRp 1.200.
ERAA - Spec Buy
Harga saham ERAA menguat 2,94% ke Rp 350 kemarin dan disertai adanya peningkatan volume pembelian. Selama ERAA masih mampu bergerak di atas Rp 326 sebagai stop loss-nya, maka posisi ERAA diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.
Spec buy: Rp 336-344
Target price: Rp 356, Rp 374
Stop loss: di bawahRp 326.
Baca Juga
Bank BTN (BBTN) Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Layanan Kredit
MTEL - Buy on Weakness
Harga saham MTEL menguat 1,47% ke Rp 690 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA60 dan MA200. Namun demikian, diperkirakan posisi MTEL saat ini masih berada pada bagian wave [ii], sehingga bila belum mampu break Rp 715 sebagai resistance-nya, maka masih rawan bergerak terkoreksi.
Buy on weakness: Rp 645-670
Target price: Rp 715, 735
Stop loss: di bawahRp 600.
(Disclaimer On)
