BEI Bakal Buka Data Domisili Investor mulai Bulan Depan
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menerapkan pembukaan kode domisili investor pada akhir sesi I mulai Juli 2025. Saat ini, pengembangan infrastruktur pendukung tengah dilakukan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Sebagaimana diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya menyetujui kebijakan BEI tersebut. Langkah ini bagian dari strategi untuk meningkatkan likuiditas serta memberikan transparansi yang lebih baik terhadap perdagangan pasar saham. Selama ini, data aktivitas domisili investor hanya dibuka setiap penutupan perdagangan saham di BEI.
Baca Juga
Lanjutkan Pelemahan, IHSG Dibuka Anjlok 20 Poin Terseret Kejatuhan Mayoritas Sektor Saham
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, sistem pelaporan sebagai bagian dari infrastruktur kebijakan tersebut kini tengah dikerjakan oleh pihak vendor. “Sedang dikerjakan oleh vendor yakni reporting system, harusnya bulan depan sudah selesai,” ujar Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, (19/6/2025).
Jika berjalan sesuai jadwal, implementasi kebijakan pembukaan kode domisili pada akhir sesi I akan diterapkan mulai Juli 2025.
Diberitakan investortrust.id sebelumnya, Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menyebut penyempurnaan kebijakan ini akan dilakukan dengan mendistribusikan data kode domisili yang disertai dengan informasi aktivitas transaksi pada akhir sesi perdagangan.
Baca Juga
Chandra Daya (CDIA) Ungkap 4 Pilar Bisnis jelang IPO Saham, Simak Keunggulan Bisnis Setiap Pilar
"Dengan aktivitas transaksi pada akhir sesi, baik sesi pertama maupun sesi kedua penutupan," ujar Inarno baru-baru ini.
Inisiatif kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas wawasan pelaku pasar, tetapi sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan informasi yang mendukung efisiensi transaksi. Diharapkan kebijakan ini dapat menarik partisipasi yang lebih luas dari berbagai wilayah dan memperkuat daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor lokal maupun global.

