IHSG Jebol ke Bawah 7.000, Level Ini Mengintai Perdagangan Selanjutnya
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia tembus ke bawah level 7.000 setelah anjlok sebanyak 139,15 poin (1,96%) ke level terendah dalam sebulan terakhir 6.968 pada penutupan perdagangan Kamis (19/6/2025).
Head of Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi Kasmarandana menyebutkan, koreksi yang terjadi berpotensi mengubah tren setelah IHSG ditutup di bawah level 7.000 hari ini. Sebagaimana diketahui level 7.000 adalah support psikologis.
Baca Juga
Asing Net Sell Saham Rp 1,25 triliun Saat IHSG Terjun 1,96%, Sejumlah Saham Ini Diobral
“Kami melihat peluang koreksi masih terbuka hingga level 6.800-6.900 dalam jangka pendek,” jelas Audi saat dihubungi Investortrust.id pada hari yang sama.
Namun analis ini berpandangan bahwa penurunan IHSG hari ini sesuai ekspektasi. Hal ini dipicu sejumlah sentimen negatif, seperti eskalasi Israel-Iran yang diperkirakan berlangsung panjang, paska-G7 yang sudah memberikan pernyataan tekanan kepada Iran. “Berita ini meningkatkan kekhawatiran pasar hingga mendorong perpindahan aset,” imbuh Audi.
Baca Juga
Tantangan Besar Target 3 Juta Rumah, Ciputra (CTRA) Singgung Daya Beli
Sentimen negative kedua, terang dia, terjadi perlambatan pemangkasan suku bunga, seiring dengan kekhawatiran dampak terhadap inflasi. Berdasarkan data CME FedWatch bahwa peluang pemangkasan FFR hanya 25 bps hingga Desember 2025.
“Hal ini berpotensi menekan daya beli dan demand kredit sehingga berdampak pada perlambatan ekonomi,” pungkasnya.

