Belum Ada Sinyal Gencatan Senjata Israel-Iran, Investor Diminta Tetap Waspada Transaksi Saham
JAKARTA, investortrust.id – Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel kembali menguji daya tahan pasar global. Meski konflik mengalami eskalasi signifikan, mayoritas indeks saham utama Asia justru mencetak rebound hingga siang Selasa (17/6/2025), namun sentimen hati-hati masih membayangi kawasan ASEAN.
Indeks Nikkei dan Hang Seng kemarin masing-masing naik sebesar 1,3% dan 0,7%, ditutup pada level 38.311,3 dan 24.061, setelah mengalami penurunan tajam pada Kamis dan Jumat sebelumnya. Sebaliknya, beberapa pasar ASEAN justru turun . IHSG BEI turun 0,7% ke 7.117,6, sementara Straits Times Index Singapura dan PSEi Filipina masing-masing melemah 0,1% dan 0,6%. Namun hari ini, hampir semua indeks Asia cetak penguatan.
Baca Juga
Indointernet (EDGE) kembali Tak Bagikan Dividen, Manajemen Ungkap Alasan Ini
Sementara itu, beberapa komoditas yang sempat melonjak tajam pada Jumat, seperti minyak dan emas, terkoreksi kemarin, dengan harga minyak diperdagangkan di US$ 73,04 per barel dan emas di US$ 3.415,6 per troy ounce.
Head of Research and Chief Economist Mirae Sekuritas Rully Arya Wisnubroto memandang ke depan ketidakpastian masih sangat tinggi, seiring Iran dan Israel yang terus saling melancarkan serangan.
"Hingga hari ini, belum ada kesepakatan gencatan senjata yang dikonfirmasi, dan situasi tetap sangat tidak stabil. Namun, pasar belum memperkirakan konflik ini akan berkembang menjadi perang regional besar yang dapat secara signifikan mengganggu pasokan minyak," tulis Rully dalam risetnya Selasa, (17/6/2025).
Baca Juga
Market Cap Salip BREN, Chandra Asri (TPIA) Akuisisi Fasilitas Condensate Splitter di Singapura
Ia menambahkan, ekspektasi akan intervensi dari Arab Saudi dan OPEC menjadi faktor yang menenangkan bagi pasar energi. Jika terjadi gangguan pasokan, produsen besar ini diprediksi akan mengambil langkah strategis untuk menjaga keseimbangan pasar.
Di sisi global, pasar saham AS justru menguat tajam semalam. Dow Jones naik 0,8% dan S&P 500 menguat 0,9%. Sementara itu, dolar AS melemah, dengan indeks DXY turun ke level 98,0, menandakan pelaku pasar mulai melihat peluang di luar aset safe haven.

