BEI Optimistis Capai 1.000 Emiten Tahun 2024, Apakah Realistis?
JAKARTA, investortrust.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan bisa mencapai target 1.000 emiten tahun 2024. Untuk mencapai target itu, butuh tambahan 97 perusahaan, karena sampai akhir 2023 jumlah emiten BEI sebanyak 903 perusahaan.
“Target paling depan adalah 1.000 emiten dulu ya. Doain ya, mudah-mudahan (tercapai 1.000 emiten tahun 2024),” ungkap Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, pada Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2024, Jakarta, Selasa (2/1/2024).
Diharapkan, dengan tercapainya target 1.000 emiten yang tercatat di BEI pada tahun ini, jumlah fundraising yang diperoleh dapat terus melonjak. Seiring dengan itu, nilai kapitalisasi pasar BEI dapat terus meningkat.
“Dengan 1.000 emiten harapannya kapitalisasi pasar bisa naik dengan fundraise yang kita dapat bisa lebih banyak, sehingga market cap meningkat,” jelasnya.
Baca Juga
OJK Sebut Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia Relatif Kecil, Kok Bisa?
Target tersebut tampak jauh lebih optimistis. Sebelumnya BEI sempat mematok target emoten baru 2024 sebanyak 62 perusahaan, sehingga akan tercapai 965 emiten. Sedangkan OJK mematok target 1.100 emiten pada tahun 2027.
Sementara itu, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini kapitalisasi pasar BEI baru mencapai 46% dari PDB. Capaian ini dinilai masih tertinggal dari beberapa negara lain di lingkup ASEAN. BEI pun berinovasi dan menyiapkan infrakstruktur agar perdagangan dapat semakin aktif dan nilai kapitalisasi terus meningkat.
Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden RI KH Maruf Amin mengungkapkan harapannya agar BEI tidak lagi ekslusif milik korporasi besar. BEI juga harus menjadi rumah pendanaan bagi UMKM.
Oleh sebab itu, papan akselerasi milik BEI diharapkan dapat mendorong lebih banyak UMKM yang melakukan penawaran unum perdana (IPO). Peluang penggalangan dana ini bisa dimanfaatkan UMKM untuk ekspansi.
“Tadi panduannya dari pemerintah juga UMKM kecil menengah juga kita komodir ya terutama papan aksel ya, kita berharap juga inhouse company yang gede gede juga masuk. Jadi harapannya kita bisa menjadi suitener bagi perusahaan yang belum listing jadi perusahaan terbuka,” tegasnya.
Baca Juga
Pertumbuhan IHSG BEI Tertinggi Kedua di ASEAN, Bos OJK Juga Pamer Capaian Lain
