Dirut Amman Mineral (AMMN) Mundur jelang RUPST Besok, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id - Alexander Ramlie mendadak mengundurkan diri dari posisinya direktur utama PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) setelah menjabat sejak tahun 2021. Selanjutnya dirinya akan dinominasikan sebagai komisaris perseroan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Senin (16/6/2025).
“Pada 14 Juni 2025, perseroan telah menerima surat pengunduran diri Alexander Ramlie dari jabatannya sebagai direktur utama AMMN. Pengunduran diri diajukan sejalan dengan rencana pengangkatan dirinya menjadi komisaris perseroan,” tulis pengumuman resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (15/6/2025).
Alexander Ramlie juga tercatat sebagai pemegang saham AMMN dengan persentase tebal sebelum diwariskan kea anak-anaknya. Berdasarkan data Forbes, nilai kekayaan Alexander Ramlie mencapai US$ 2,7 miliar atau menempat top 15 orang terkaya di Indonesia. Alexander sebelumnya mengalihkan seluruh saham AMMN sebanyak 5,13 miliar atau 7,07% saham saham AMMN kepada anak-anaknya, yaitu Alexander Thomas Ramlie, Thomas Ramlie, dan Charles Daniel Gobel.
Baca Juga
Emas Kembali Cetak Level Baru, Siap-siap Lompatan Saham ANTM, MDKA, AMMN, hingga HRTA Berlanjut
Untuk menggantikan Alexander, perseroan mengusulkan Arief Widyawan menjadi direktur utama. Saat ini, Arief Widyawan masih menduduki kursi direktur keuangan AMMN. Aried sudah berkipran di AMMN sejak 2017. Sebelumnya dirinya pernah menjabat sebagai managing director PT Rajawali Corpora Group hingga 2017. Dirinya juga pernah menjadi Chief Operating Officer Goldman Sachs Pte tahun 1998-2009.
Alexander Ramlie
Hingga kuartal I-2025, Amman Mineral AMMN) berbalik mencatatkan rugi periode berjalan senilai US$ 137,63 juta pada kuatal I-2025, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan laba bersih periode berjalan US$ 130,72 juta.
Penurunan tersebut sejalan dengan tergerusnya penjualan bersih AMMN dari US$ 601,55 juta menjadi US$ 2,12 juta. Penurunan terbesar dicatatkan penjualan emas dari US$ 291,17 juta menjadi US$ 1,87 juta.
Baca Juga
Amman Mineral (AMMN) Ungkap Pemicu Rugi Bersih Kuartal I-2025 hingga Buy Back Saham
Secara operasional, AMMN mencatatkan penurunan produksi tembaga sebanyak 62% menjadi 37 juta pon, produksi emas turun 81% menjadi 32,340 ons, dan produksi konsentrat turun 55% menjadi 79.741 metrik ton kering.
Saat ini, Amman Mineral (AMMN) masih melanjutkan pembelian kembali (buy back) saham dengan target dana US$ 50 juta atau setara dengan Rp 835 miliar. Buy back dalam kondisi pasar berflutuasi ini direalisasikan dalam kurun waktu 30 April-31 Juli 2025.

