IHSG Diprediksi Uji Resistance 7.254, Tiga Saham Jadi Pilihan Utama
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/6/2025), diprediksi bergerak terbatas menguji area resistance 7.254. Tiga saham pilihan BUMI, ANTM, dan ENRG.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa terbuka peluang terbatas pergerakan indeks di tengah sentimen global yang beragam, seperti kenaikan inflasi AS picu kekhawatiran terhadap pasar terhadap kebijakan moneter lebi lanjut. Aksi tunggu putusan pengadilan atas kebijakan era Trump pada 31 Juli 2025.
Baca Juga
MIND ID Rombak Susunan Direksi & Komisaris Antam (ANTM), Pius Lustrilanang Jadi Komisaris
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham dunia, seperti Dow Jones ditutup turun tipis 0,0026%. Begitu juga dengan S&P500 melema 0,27% dan Nasdaq melemah sebanyak 0,50%. Mayoritas bursa saham Eropa juga ditutup turun.
Di tengah peluang tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BUMI dengan target harga Rp 140-150, ANTM dengan target harga Rp 3.550-.3650, dan ENRG dengan target harga Rp 256-266. Sebaliknya saham TINS direkomendasikan jual.
IHSG kemarin ditutup melemah sebanyak 18,09 poin (0,25%) menjadi 7.204 dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 282,59 miliar. Terbanyak melanda saham PGEO Rp 78,52 miliar, ADRO Rp 74,66 miliar, dan PGASRp 62,61 miliar.
Terkait koreksi tersebut dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap dimotori emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA turun 3,41% menjadi Rp 9.900 dan BREN turun 1,90% menjadi Rp 6.450. PGAS anjlok 10,88% menjadi Rp 1.680 setelah masuk ex-date dividen. INDF juga jatuh 3,24% menjadi Rp 8.225 dan MLPT turun 11,11% menjadi Rp 35.200.
Baca Juga
Mirae Sekuritas: Harga Emas Bisa ke US$ 3.500, Saham 4 Emiten Ini Layak Dilirik
Secara sectoral, penurunan dipengaruhi atas kejatuhan saham sektor material dasar 0,95%, sektor consumer non primer 0,42%, sektor energi 0,33%, sektor teknologi 1,32%, dan sektor property 0,13%. Kenaikan melanda saham sektor consumer primer, transportasi, dan keuangan.
Meski IHSG ditutup melemah, enam saham catat kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) atau Jatis Mobile naik 34,58% menjadi Rp 144, PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN) naik 34,48% menjadi Rp 78, dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) naik 34,56% menjadi Rp 183.
Kenaikan pesat hingga ARA juga melanda saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) naik 25% menjadi Rp 850 dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) naik 24,56% menjadi Rp 304. Penguatan pesat juga melanda saham PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) sebanyak 24,50% menjadi Rp 940 dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) naik 24,10% menjadi Rp 103.

