IHSG Akhirnya Ditutup Rebound 0,52%, Berikut Daftar Saham Tercuan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/4/2024), ditutup menguat 36,99 poin (0,52%) menjadi 7.110,81. IHSG bergerak dalam rentang 7.073,96-7.165,95 dengan nilai transaksi Rp 10,91 triliun.
Kenaikan indeks didukung penguatan beberapa sektor saham, seperti saham sektor energi 1,26%, sektor consumer primer 1,12%, sektor keuangan 0,57%, sektor teknologi 0,87%, sektor infrastruktur 0,48%, dan sektor properti 0,48%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor transportasi dan kesehatan.
Baca Juga
Siapkan Capex Rp 1,4 Triliun, Astra Agro (AALI) Ungkap Sejumlah Investasi Berikut
Di tengah penguatan tersebut, kelima saham berikut cetak lompatan harga, seperti saham PT Victoria Insurance Tbk (VINS) melesat hingga auto reject atas (ARA) Rp 39 (34,82%) menjadi Rp 151, PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) naik Rp 32 (24,62%) menjadi Rp 162, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik Rp 18 (21,18%) menjadi Rp 103, PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) menguat Rp 14 (19,18%) menjadi Rp 87, dan PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) naik Rp 18 (15%) menjadi Rp 138.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda beberapa seaham berikut, yaitu saham PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA), PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF), PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), dan PT Indo Straits Tbk (PTIS).
Baca Juga
Mandala Finance Bidik Pembiayaan Tumbuh Double Digit di Tahun Ini
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 13,5 poin (0,19%) menjadi 7.073,82. Penurunan tersebut melanjutkan koreksi indeks sepanjang pekan lalu yang hampir 200 poin.
Pemodal asing kembali merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 919,79 miliar sepanjang perdagangan saham. Net sell tersebut melanjutkan aksi jual saham dalam beberapa hari terakhir.
Net sell terbanyak melanda saham-saham unggulan ini, seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 612,10 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 451,97 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 99,14 miliar

