IHSG Sesi I Ditutup Stagnan 7.064, Lima Saham Ini Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (3/6/2025), ditutup stagnan level 7.064 usai intraday bergerak fluktuatif dalam rentang 6.994-7.090 dengan nilai transaksi Rp 7,58 triliun.
Pergerakan tersebut didukung penguatan saham sektor energi 0,69%, sektor material dasar 0,27%, sektor transportasi 1,20%, dan sektor properti 0,04%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industri 1,16%, sektor teknologi 0,92%, sektor infrastruktur 0,50%, sektor konsumer primer 0,42%, dan sektor keuangan 0,11%.
Baca Juga
Tidak Direvisi, OJK: Pertumbuhan Kredit Perbankan Tetap 9-11% di Tahun 2025
Meski IHSG ditutup bergerak stagnan, lima saham ini justru berhasil torehkan lompatan harga saham PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) menguat 30,83% menjadi Rp 157, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menguat 25% menjadi Rp 330, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik 24,62% menjadi Rp 486, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) naik 20,39% menjadi Rp 183, dan PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) naik 11,59% menjadi Rp 308.
Sebaliknya lima saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham BAJA sebanyak 14,29% menjadi Rp 126, RMKO sebanyak 12% menjadi Rp 110, PEHA sebanyak 10,59% menjadi Rp 304, AYLS turun 10,14% menjadi Rp 124, dan KARW turun 9,76% menjadi Rp 1.665.
IHSG kemarin ditutup anjlok sebanyak 110,75 poin (1,54%) menjadi 7.065 dengan investor asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham bernilai jumbo Rp 2,80 triliun. Net sell terbanyak melanda saham BBCA, BMRI, dan BBRI.
Baca Juga
Penurunan sejalan dengan koreksi sebagian besar sektor saham, kecuali saham sektor material dasar dengan kenaikan 0,59%. Pelemahan terdalam melanda saham sektor keuangan 1,80%, industri 1,27%, teknologi 1,30%, properti 1,16%, dan sektor konsumer primer 0,80%%.
Meskipun indeks turun sejumlah saham berikut cetak penguatan pesat, yaitu PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) naik hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,41% menjadi Rp 125 dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 25% menjadi Rp 390.

