Laba Anjlok 36,42%, Saham Baramulti (BSSR) Tergelincir 10%
JAKARTA, investortrust.id – Emiten batu bara, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) harus menerima kenyataan pahit penurunan dalam harga saham di Bursa Efek Indonesia, Rabu (1/11/2023).
Jelang penutupan pasar sesi II BEI, saham BSSR tergelincir hingga 10,45% ke level Rp 3.600 per saham dari harga pembukaan Rp 3.970. Volume saham yang ditransaksikan tercatat sebanyak 69.802 saham.
Anjloknya saham BSSR tepat setelah Perseroan mengumumkan laporan kinerja kuartal III-2023, di mana laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik induk anjlok 36,42% year on year (yoy) menjadi US$ 125,58 juta, dari posisi US$ 197,57 juta periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode tersebut penjualan Perseroan tercatat berada di angka US$ 865,52 juta, naik dari US$ 723,39 juta per kuartal III-2023.
Baca Juga
Bumi Resources Minerals (BRMS) Temukan Cadangan Baru di Tambang Emas Poboyo
Walau pendapatan naik, beben pokok penjualan malah naik tinggi sebesar US$ 577,49 juta, naik dari US$ 385,53 juta periode yang sama tahun 2022. Alhasil Perseroan hanya membukukan laba kotor sebesar US$ 279,03 juta, anjlok 17% yoy dari US$ 337,86 juta.
Laba usaha yang tercatat sebesar 159,98 juta dari angka US$ 254 juta. Artinya terjadi penurunan laba usaha sebesar 37% yoy.
Baca Juga
Dari sisi neraca, Perseroan tercatat membukukan aset sebesar US$ 450,56 juta, naik dibanding posisi 31 Desember 2022 yang tercatat 404,83 juta. Kenaikan ini sejalan dengan lonjakan liabilitas menjadi US$ 224,66 juta per 30 September 2023, dari posisi US$ 185,35 juta per 31 Desember 2022.
Adapun posisi ekuitas tercatat US$ 225,89 juta, naik dari posisi 6 bulan sebelumnya sebesar US$ 220,48 juta. Sedangkan laba per saham mengalami penurunan menjadi US$ 0,0480 dari angka 0,0755 per saham.

