Mitrabara Adiperdana (MBAP) Bagi Dividen Rp 46,64 Miliar dan Garap EBT
JAKARTA, investortrust.id - PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) mengalokasikan dividen sekitar Rp 46,64 miliar untuk tahun buku 2024. Dividen itu setara Rp 38 per lembar atau 14,5% secara dividend payout ratio.
“Sisa laba untuk pengembangan anak usaha dan juga belanja modal tahun 2025,” ucap Direktur Mitrabara Adiperdana Yulius Leonardo di Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Adapun pada 2024, emiten yang bergerak di bidang pertambangan tersebut membukukan laba sebesar US$ 19,1 juta. Capaian laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan bersih yang mencapai US$ 217,91 juta atau setara Rp 3,5 triliun. MBAP juga mencatatkan kemajuan positif dari strategi keberlanjutan sejalan dengan upaya mengembangkan entitas anak perseroan yang terdiversifikasi dan berkelanjutan.
Terkait belanja modal (capital expenditure/capex), perseroan di tahun ini menganggarkan US$ 70 juta. Di mana, 67% digunakan untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Selain dari laba 2024, dana capex juga akan berasal dari pinjaman perbankan tepatnya dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).
Baca Juga
Mitrabara Adiperdana (MBAP) Raih Kontrak Jasa Pertambangan Rp 488 Miliar
Direktur Utama Mitrabara Adiperdana Khoirudin menyampaikan bahwa pengembangan usaha di sektor energi terbarukan, khususnya energi biomassa berjalan sesuai rencana. Saat ini, pembangunan pabrik wood pellet di Malinau, Kalimantan Timur, masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025.
Pembangunan fasilitas pabrik wood pellet oleh entitas anak yaitu PT Malinau Hijau Lestasi dirancang dengan kapasitas produksi sebesar 150 ribu ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan bahan baku utama produksi energi biomassa. Sedangkan untuk energi tenaga surya, solar radiance telah berhasil memiliki kapasitas terpasang sebesar 12,8 Megawatt Peak (MWp) di tahun 2024.
Bidang usaha akuakultur merayakan panen udang tahap pertama di tahun 2024, melalui pengoperasian 20 tambak udang vannamei di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dengan total target produksi sebesar 168 ton per tahun. Pekerjaan pembangunan 100 kolam tambak berjalan sesuai rencana dan akan beroperasi secara penuh di tahun 2025 dengan target produksi 1.800 ton per tahun.
Baca Juga
Cek Jadwal Pembagian Dividen Tunai Mitrabara (MBAP) Rp 64 per Saham
Sementara itu, untuk kegiatan usaha infrastuktur dan jasa pertambangan, entitas anak PT Mitra Muda Makmur (MMM) melaporkan bahwa realisasi jasa pertambangan pada akhir tahun 2024 mencapai 4,3 juta Bank Cubic Meter (BCM,) dan juga telah mengamankan kontrak jasa pertambangan senilai US$ 53,55 juta sampai dengan tahun 2027.
“Untuk anak usaha, ada beberapa yang di 2026 akan masuk ke komersial operasional jadi akan banyak memberikan kontribusi revenue di tahun 2026,” ujar Khoirudin.

