Laba Mitrabara Adiperdana (MBAP) Anjlok 84%, kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id - PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 24,63 juta atau sekitar Rp 392 miliar (kurs Rp 15.935) hingga kuartal III-2023. Jumlah ini anjlok 84% dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy) yang sebesar US$ 162,36 juta.
"Penurunan tersebut disebabkan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara yang melemah. ASP Mitrabara untuk kuartal III Tahun 2023 terkoreksi sekitar 5,9% dibandingkan kuartal III-2022,” ungkap Sekretaris Perusahaan Mitrabara Adiperdana, Chandra Lautan kepada investortrust.id di Jakarta, Rabu (1/11/2023).
Baca Juga
Mitrabara (MBAP) Bagikan Dividen Interim Rp 300,68 MIliar, Simak Jadwal Berikut
Data laporan keuangan Mitrabara menunjukkan, penurunan kinerja keuangan perseroan tercermin pada jumlah pendapatan yang merosot 54% (yoy) menjadi US$ 167,98 juta per September 2023. Sedangkan beban pokok pendapatan perusahaan hanya turun 7,13% menjadi US$ 122,154 juta.
Alhasil, laba bruto MBAP turun tajam 80,45% (yoy) menjadi US$ 45,83 juta. Dikurangi beban penjualan senilai US$ 14,81 juta serta beban umum dan administrasi penghasilan US$ 8,06 juta, perusahaan batu bara ini menyisakan laba usaha US$ 26,13 juta sepanjang Januari-September 2023. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan yang juga turun 78% (yoy) menjadi US$ 10 juta, laba periode berjalan perseroan mencapai US$ 24,58 juta.
Chandra Lautan menjelaskan, laba sebelum PPh Mitrabara sempat terbantu penambahan penghasilan keuangan sebesar US$ 4,57 juta yang naik 316% (yoy). Juga oleh laba dari ventura bersama sebesar US$ 1,83 juta dan divestasi perusahaan patungan lainnya senilai US$ 2,16 juta.
Baca Juga
Mantan Bos BEI Hazan Zein Mahmud Sebut Kiamat Emiten Batu Bara Masih Jauh, Kenapa?
Laporan keuangan Mitrabara juga menyebutkan, perseroan memiliki total aset US$ 232,53 juta per 30 September 2023, berkurang dari US$ 306,54 juta pada akhir 2022. Total aset sepanjang kuartal III-2023 terdiri atas aset lancar US$ 189,24 juta dan jumlah aset tidak lancar US$ 43,28 juta.
Penurunan Investasi
Sementara itu, Direktur Utama Mitrabara Adiperdana, Khoirudin menjelaskan, total aset perseroan turun 24% pada laporan posisi keuangan konsolidasian interim 30 September 2023 karena ada penurunan investasi jangka pendek sebesar US$ 57,96.
Hal ini, menurut Khoirudin, merupakan penurunan deposito perseroan untuk pembayaran dividen. "Juga ada penurunan Investasi pada ventura bersama sebesar US$ 12,37 juta yang disebabkan pelepasan investasi pada ventura bersama perusahaan,” tutur Khoirudin dalam keterbukaan informasi, Rabu (01/11/2023).\
Tanggung jawab keuangan (liabilitas) Mitrabara per 30 September 2023, menurut Khoirudin, berkurang menjadi US$ 37,14 juta, terdiri atas liabilitas jangka pendek US$ 30,76 juta dan liabilitas jangka panjang US$ 6,38 juta. Jumlah total liabilitas perusahaan berkurang dari posisi 31 Desember 2022 yang mencapai US$ 56,28 juta.
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Tiga Insentif untuk Percepat Hilirisasi Batu Bara
Khoirudin mengungkapkan, penyebab perubahan total liabilitas perseroan sebesar 34% pada posisi keuangan konsolidasian interim akhir kuartal III tahun ini disebabkan penurunan biaya yang masih harus dibayar sebesar US$ 9,37. Biaya dimaksud merupakan efek penurunan biaya kontraktor. “Kemudian ada penurunan utang pajak sebesar US$ 8,52 juta seiring menurunnya laba sebelum pajak tahun berjalan,” imbuh dia.
Di sisi lain, kata Khoirudin, perseroan memiliki total ekuitas US$ 195,38 juta per 30 September 2023, turun dari US$ 250,26 juta pada akhir tahun lalu. “Tidak terdapat dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan pada periode berjalan," tutur dia. (CR-10)

