Pemerintah Gencar Kembangkan Pembangkit Listrik EBT, Rekomendasi Beli Saham KEEN dan ARKO
JAKARTA, investortrust.id – Sinarmas Sekuritas merekomendasikan beli saham PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) dan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO). Kedua perusahaan pembangkit listrik energi terbarukan tersebut diuntungkan atas upaya pemerintah untuk mengurangi emisi karbon.
Sinarmas Sekuritas merekomendasikan beli saham KEEN dengan target harga Rp 1.200. Sedangkan saham AKRO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 800.
Dengan harga penutupan saham KEEN kemarin Rp 775, terbuka penguatan sebesar 54,8% dalam 12 bulan ke depan. Begitu juga dengan potensi penguatan harga saham ARKO mencapai 11,88%, dibandingkan harga penutupan kemarin Rp 715.
Baca Juga
Bursa Karbon Diluncurkan Besok, Saham Kencana Energi (KEEN) Memasuki Babak Baru
“KEEN dan ARKO merupakan emiten pembangkit listrik energi terbarukan atau new renewable energy yang produksinya dibeli PT PLN melalui power purchase agreement (PPA),” terangnya analis Sinarmas Sekuritas Axel Leonardo dalam riset yang diterbitkan beberapa hari lalu.
Penguatan prospek saham kedua emiten pembangkit listrik tersebut, terang dia, didukung target pemerintah agar PLN untuk menambah kapasitas pembangkit listrik RNE menjadi 40,6 GW sepanjang 2021-2030 menjadi 99,2 GW.
Penambahan kapasitas besar tersebut diharapkan menjadikan pembangkit listrik NRE bisa berkontribusi sebanyak 51,6% dari total pembangkit listrik nasional. Hal tersebut diharapkan menjadi momentum bagi KEEN dan ARKO untuk lebih agresif dalam pengembangan pembangkit listrik energi baru terbarukan.
Terkait KEEN, dia mengatakan, perseroan tengah membidik kapasitas pembangkit listrik EBT sebanyak 500 MW dan diharapkan mencapai 210 MW bisa beroperasi setidaknya dalam 1-2 tahun ke depan.
Baca Juga
Jokowi Minta Dukungan Jepang untuk Percepatan 3 Proyek Prioritas Transisi Energi EBT
Saat ini, perseoran mengoeprasikan empat pembangkit listrik dan dua pembangkit listrik tahap pembangunan dengan total kapasitas 65,2 MW.
Begitu juga dengan ARKO tengah melirik penambahan kapasitas pembangkit listrik EBT sebanyak 200 MW dan diharapkan tender pengembangan sebanyak 100 MW dapat dilakukan tahun ini.
Sedangkan ARKO mengoperasikan dua pembangkit listrik mini tenaga air dan dua pembangkit lainnya tengah dalam tahap konstruksi dengan kapasitas total 32,8 MW.

