PLN Akan Tambah Porsi Pembangkit Listrik EBT Sebesar 75% hingga Tahun 2040
JAKARTA, investortrust.id – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN bersama pemerintah tengah menyusun program Accelerating Renewable Energy Development (ARED) yang akan dituangkan menjadi Rencana Usaha Penambahan Tenaga Listrik (RUPTL). Melalui ARED, penambahan porsi pembangkit listrik akan berasal dari energi baru terbarukan (EBT) sebesar 75% dan gas sebesar 25% hingga tahun 2040.
“RUPTL ini akan kembali menjadi RUPTL paling hijau sepanjang sejarah Indonesia. RUPTL ini juga telah selaras dengan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN),” kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam keterangan pers yang diterima pada Jumat (7/6/2024).
Dengan ARED, PLN membangun pemerataan kelistrikan nasional melalui Green Enabling Super Grid. Menjadikan sistem kelistrikan Indonesia yang sebelumnya terpisah antarpulau menjadi terhubung satu sama lain dan potensi EBT berskala besar yang belum dimanfaatkan selama ini dapat dimaksimalkan. Pasokan listrik berbasis EBT akan meningkat dari 22 gigawatt (GW) menjadi 61 GW pada tahun 2040.
Baca Juga
Soal Kompensasi ke Pelanggan Listrik di Sumatera, PLN Bilang Begini
Kemudian, untuk mengatasi tantangan intermitensi dari sumber EBT, PLN juga membangun smart grid dengan smart power plant dan flexible generation yang dilengkapi smart transmission, smart distribution, smart control center, dan smart meter.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan mengapresiasi keseriusan PLN dalam mendukung program transisi energi pemerintah. Hal tersebut terlihat dalam usaha PLN untuk terus mereduksi emisi karbon di sektor ketenagalistrikan dan meningkatkan pemanfaatan EBT secara masif.
“Dirut PLN (Darmawan Prasodjo) menyampaikan bagaimana kiat-kiatnya dan memberikan kepastian pada kita bahwa PLN firm akan meningkatkan energi terbarukan dengan sangat serius,” tandas Nurul.
Nurul menambahkan, pemerintah sangat mendukung dan siap bekerja sama untuk menarik investor bergabung pada agenda transisi energi di Indonesia. Terutama untuk mengakselerasi pengembangan sektor EBT yang sekarang telah gencar dijalankan PLN.
Baca Juga
Pakar Ini Nilai Pensiun Dini PLTU Tak Hanya Goyang Ekonomi Daerah, tapi Juga Sosial Masyarakat
“Kami dari Kementerian Investasi sangat mendukung dan siap bekerja sama untuk menarik investor asing mengambil partisipasi dalam pertumbuhan EBT,” tegas Nurul.
Terkait pemanasan global yang menjadi persoalan seluruh negara di dunia, kata Darmawan, PLN terus berupaya untuk menjalin kolaborasi global yang akan menjadi kunci mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan mencapai net zero emissions (NZE) di tahun 2060.
“Ingat, dampak dari emisi 1 ton itu sama di manapun. Maka ini adalah tantangan global. Kita butuh menyelesaikan ini dengan pendekatan solusi global. Maka kami di sini ingin menyampaikan, PLN komitmen penuh untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak,” imbuh dia.
Darmawan pun mengakui, program besar transisi energi tidak akan mampu dijalankan oleh PLN sendiri. Untuk itu, melalui acara “Road to PLN Investment Day 2024” pada Rabu (5/6/2024), pihaknya mengajak entitas bisnis baik lokal maupun global untuk menjalin kolaborasi yang saling menguntungkan sekaligus memperkuat portofolio bisnis masing-masing.
“Ini adalah suatu kesempatan untuk berkolaborasi bersama dalam rangka menyediakan listrik yang bukan hanya terjangkau, tetapi juga andal dan berkelanjutan. Kenapa? Karena kita perlu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini terus berjalan dan dalam prosesnya kita membangun kapasitas nasional yang bisa menciptakan lapangan kerja, memerangi kemiskinan dan pada saat yang sama menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Darmawan.

