PLN Optimistis Bakal Tersedia 60 GW Pembangkit EBT di 2040
JAKARTA, Investortrust.id - Penyedia setrum nasional PT PLN (Persero) optimistis akan terjadi peningkatan penambahan pembangkit Energi Baru dan Terbarukan (EBT) hampir 3 kali lipat, dari sebelumnya 22 GW pada skenario business as usual menjadi 60 GW pada tahun 2040.
Hal ini disampaikan Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo di sela ajang Nusantara Power Connect 2023, di Jakarta, Senin (11/9/2023).
“Dengan seluruh upaya yang dilakukan tersebut, akan ada peningkatan penambahan pembangkit EBT hampir 3 kali lipat dari sebelumnya 22 GW pada skenario business as usual menjadi 60 GW pada 2040,” jelas Darmawan dilansir laman Kementerian BUMN, Selasa (12/9/2023).
Adapun upaya yang bisa mewujudkan peningkatan pembangkit tersebut yakni Langkah mengakselerasi akselerasi pengembangan energi terbarukan melalui Accelerated Renewable Energy Development, yang mampu menambah porsi energi baru terbarukan (EBT) hingga 75% sampai dengan tahun 2040.
Baca Juga
Salah satu langkah akseleratif tersebut antara lainpembangunan Green Enabling Super Grid secara bertahap yang menghubungkan listrik Sumatera–Jawa, Kalimantan–Jawa, dan Sumba–Bali–Jawa.Dengan demikian lokasi sumber EBT berskala besar yang berada di daerah terpencil dapat disalurkan ke pusat demand listrik yang sudah ada, dan yang akan muncul di masa depan.
"Green Enabling Super Grid ini membuat sistem kelistrikan Indonesia yang sebelumnya terpisah antar pulau menjadi terhubung satu sama lain dan mampu meningkatkan penggunaan baseload renewable energy menjadi 32 gigawatt (GW)," ucap Darmawan.
PLN juga mengembangkan end to end smart grid yang terdiri atas Smart Power Plant, Smart Transmission, Smart Control Center, Smart Distribution dan Smart Metering yang tidak hanya mampu mengatasi intermitensi pada pembangkit energi terbarukan, namun juga mampu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.
Upaya tersebut nantinya meningkatkan penggunaan variable renewable energy di Indonesia akan meningkat dari sebelumnya 5 GW menjadi 28 GW.
Baca Juga
Darmawan menambahkan, pihaknya membuka kolaborasi dengan berbagai pihak untuk merealisasikan penambahan pembangkit tersebut. "Kami terbuka atas seluruh kolaborasi, investasi baru, inovasi baru untuk bisa mempercepat target transisi energi. Seluruh risiko telah kita petakan satu per satu. Kita juga telah berhasil membangun eksositem kelistrikan dan iklim investasi yang kondusif untuk seluruh pihak," ujar Darmawan.

