Dalam 19 Bulan, Nilai Pasar Saham GOTO Menguap Rp 313 triliun
JAKARTA, Investortrust.id – Nilai kapitalisasi pasar (market cap) saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah hangus lebih dari Rp 313 triliun dari Rp 400 triliun pada saat lising perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 April 2022 menjadi Rp 86,45 triliun pada penutupan perdagangan saham Kamis (12/10/2023) atau kurang dari 19 bulan.
Kehilangan kapitalisasi pasar tersebut terjadi setelah harga saham GOTO anjlok dari harga IPO Rp 338 menjadi Rp 73 per saham atau telah 78,40%. Nilai kapitalisasi pasar tersebut dihitung sebelum pelaksanaan PMTHMETD pekan ini. Berdasarkan data BEI, saham GOTO, Kamis (12/10/2023), ditutup terjerembab sebanyak Rp 6 (7,59%) ke level penutupan terendah baru sepanjang masa Rp 73.
Baca Juga
Saat IHSG Naik Tipis, Pemodal Asing Borong Saham Tiga Bank Besar Ini
Penurunan dalam saham GOTO setelah merampungkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) sebanyak 17,04 miliar dengan pembeli IFC.
Lalu, bagaimana prospek saham GOTO ke depan? BRI Danareksa Sekurtas dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa ekspektasi tercapainya EBITDA disesuaikan positif positif tahun ini terlihat dari pemulihan GTV perseroan pada kuartal III dan bakal berlanjut hingga akhir tahun. Perseroan juga menunjukkan pengendalian biaya lebih baik.
Baca Juga
Saham GOTO dan ARTO Makin Parah, IHSG Kian Sulit untuk Bangkit
Optimisme raihan tersebut didukung adanya sinergi yang kuat terhadap pengelolaan biaya dalam seluruh platform yang berjalan sesuai dengan harapan. Diperkirakan total insentif bakal turun menjadi 1,6% terhadap total GTV dan cash cost terhadap GTV turun ke 3,1% sepanjang tahun ini.
“Dengan raihan EBITDA positif akhir tahun ini, GOTO bisa lebih leluasa untuk mendongkrak GTV tahun 2024 dengan hanya mengeluarkan dana tambahan lebih terbatas untuk menarik minat pasar masuk dalam ekosistemnya,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam riset terakhirnya.
Baca Juga
Pemulihan GTV, Niko mengatakan, telah terjadi sejak Agustus 2023 dan berlanjut hingga September ini. Peningkatan GTV atas ekspansi perseroan ke segmen pasar peduli harga dengan layanan baru. Bahkan, hampir 75% dari GTV telah menunjukkan angka menguntungkan.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham GOTO dengan target harga Rp 150. Target tersebut merefleksikan perkiraan berjalannya pemulihan nilai transaksi dalam ekosistem GOTO.
