Dorong Kinerja, Pyridam Farma (PYFA) Perkuat Lini Bisnis Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) terus memperkuat bisnisnya melalui unit bisnis Pyfahealth dengan meluncurkan dua produk yakni, Ferospat sebagai suplemen zat besi untuk ibu hamil, menyusui, serta usia lanjut dan Formom sebagai suplemen vitamin dan mineral selama masa kehamilan.
Peluncuran produk ini didasarkan data bahwa anemia masih melanda banyak ibu hamil dan menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sebanyak 48,9% ibu hamil mengalami anemia. Kondisi ini berdampak langsung pada peningkatan risiko bayi lahir prematur, stunting, hingga kematian ibu saat melahirkan.
Anemia juga menyebabkan gangguan konsentrasi, kelelahan, dan penurunan imunitas pada perempuan. Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung generasi sehat Indonesia. Hal ini mendorong perseroan untuk luncurkan dua produk Pyfahealth.
Baca Juga
Jelang Private Placement, Pengendali Kucurkan Pinjaman ke Acset (ACST) Rp 1 Triliun
“Melalui kampanye ini, kami ingin mendorong edukasi nutrisi yang mudah dipahami, dan akses terhadap produk berkualitas seperti Ferospat dan Formom. Harapannya, perempuan Indonesia dapat menjadi agen perubahan dalam mencetak generasi sehat, cerdas, dan kuat,” ungkap Head of Marketing and Business Integration PYFA, Adi Prabowo di Twin House Cipete, Jakarta, Rabu (23/4/2025).
Sebagai informasi, Ferospat & Formom adalah 2 pilihan suplemen vitamin dan mineral yang membantu memenuhi kebutuhan zat besi, asam folat, vitamin dan mineralnya lainnya untuk mendukung Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil.
Ferospat hadir dalam bentuk tablet effervescent (tablet larut air) dengan rasa strawberry yang nyaman dikonsumsi, mengandung zat besi, vitamin B12, vitamin C, asam folat, dan mineral esensial lainnya yang berperan untuk membantu mencukupi kebutuhan harian yang juga penting dalam membantu mencegah anemia defisiensi besi (ADB).
Baca Juga
Tahun 2024, PYFA mencatatkan kenaikan rugi tahun berjalan menjadi Rp 330,24 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 85,22 miliar. Kenaikan tersebut dipicu atas peningkatan beban pokok pendapatan, beban umum dan administrasi, hingga beban lainnya bersih.
Peningkatan rugi bersih tersebut juga berbanding terbalik dengan pendapatan PYFA yang justru melesat menjadi Rp 1,92 triliun tahun 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 702,06 miliar.

