Bisnis Data Center Makin Gurih, Telkom (TLKM) Patok 400 MW di 2030
JAKARTA, investortrust.id– Pertumbuhan bisnis dengan komitmen green energy kian meluas. Sering dengan itu, kebutuhan dukungan data center pun kian masif pertumbuhannya.
Merespons peluang itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) telah mematok target tinggi untuk menangkap peluang tersebut. Sampai dengan tahun 2030, manajemen TLKM menargetkan sudah membangun kekuatan hingga 400 megawatt. Saat itu, total kapasitas data center di Indonesia sekitar 1,5 gigawatt.
Saat ini Telkom memiliki data center di 25 kota dengan utilisasi lebih dari 70%. Untuk itu Telkom akan terus ekspansi di beberapa kota di Indonesia, bahkan ke luar negeri.
Baca Juga
Hadir di BATIC 2023, Telkom Siap Berkolaborasi dengan Pemain Telco Global
Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia Bogi Witjaksono mengatakan, Telkom (TLKM) membangun data center untuk mendukung kemandirian digital. Jika lokasi data center makin dekat dengan pelanggan, ongkos transfer data akan semakin ekonomis.
Dengan demikian, pengguna data center tidak perlu mengeluarkan biaya besar hanya untuk mengambil data yang tersimpan di luar negeri. “Ini bisa menaikkan cadangan devisa Indonesia,” ujar Bogi Witjaksono melalui rilis yang dibagikan, Rabu (6/9).
Bogi menambahkan, jumlah penduduk yang besar menjadi indikator besarnya pemanfaatan data center di Indonesia. Saat ini, tingkat penggunaan Indonesia mencapai 51% dari total pengguna data Asia Tenggara.
Baca Juga
Wujudkan Ekosistem Digital, Telkom Resmikan Data Center di Lampung
“Oleh karena itu, kemandirian digital oleh Telkom diwujudkan dengan pengembangan data center secara agresif, karena harus ada di Indonesia agar ongkos transfer data lebih ekonomis dan data lebih dekat ke pelanggan," tutur Bogi Witjaksono, di sela konferensi internasional NeutraDC Summit, di The Laguna Hotel Nusa Dua, Senin lalu.
Sementara itu, Chief Executive Officer NeutraDC, Andreuw Th A F mengatakan, pertumbuhan compound annual growth rate (CAGR) bisnis data center dari tahun ke tahun mencapai 18%.
Sering tingginya pertumbuhan permintaan data center, Telkom (TLKM) akan terus membangun data center di Cikarang dan Batam. Fasilitas ini akan segera beroperasi pada akhir Oktober atau November. Pembangunan akan berlanjut ke kota-kota lain di Indonesia.
Bogi Witjaksono memastikan seluruh data center milik Telkom sudah menerapkan standar global untuk pengamanan. Dengan begitu, Telkom Group memberikan value yang berbeda dari operator data center lain. Caranya dengan membangun data center yang memiliki sustainability energy.
Baca Juga
Sering dengan itu, Telkom juga berkomitmen menjaga pengguna data terbesar seiring dengan posisinya sebagai operator selular terbesar di Indonesia.“Kedua value ini harus kita jaga, supaya kepentingan nasional bisa kita jaga juga,” janji Bogi Witjaksono.
Seiring kehadiran data center yang makin dekat, konsumen data internet di Indonesia berkesempatan menikmati layanan tarif internet yang kompetitif. Sekedar contoh, untuk melayani pengguna aplikasi Shopee atau TikTok live streaming, dibutuhkan daya besar untuk mengalirkan data.
Salah satu strategi Telkom dalam mempercepat pembangunan data center yakni lewat memodernisasi STO-STO (Sentral Telepon Otomat) yang strategis untuk diubah menjadi neuCentriX. Strategi ini ditempuh untuk menjadi market leader di Indonesia.
Baca Juga

