INDY dan AADI Diuntungkan Skema Royalti Mineral dan Batubara Terbaru, Sahamnya Direkomendasikan Beli!
JAKARTA, investortrust.id – Pemberlakukan besaran royalti mineral dan batu bara baru justru berdampak positif terhadap dua emiten pertambangan ini. Kebijakan tersebut berpotensi menaikkan laba kedua emiten, PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Pemerintah sebelumnya resmi menerapkan aturan paru Peraturan Pemerintah (PP) No.19 tahun 2025 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).Peraturan baru ini mulai berlaku 15 hari setelah diundangkan pada 11 April 2205.
Baca Juga
Adaro Andalan (AADI) akan Buy Back Saham Rp 4 Triliun, Manajemen Ungkap Alasan Ini
Analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari mengatakan, peraturan baru ini justru menjadi berkah bagi emiten pertambangan yang memegang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Sebab, skema penghitungan royalti menggunakan rentang harga lebih banyak, dibandingkan peraturan sebelumnya. Misalnya, jika harga batu bara acuan (HBA) berada di level US$ 123 per ton, royalti bakal turun menjadi 19%, dibandingkan sebelumnya mencapai 28%.
”Penurunan royalti tersebut akan meningkatkan tingkat keuntungan emiten tersebut. Emiten tambang pemegang IUPK, seperti AADI, INDY, hingga BUMI akan diuntungkan,” tulisnya.
Baca Juga
Sebaliknya emiten tambang pemegang IUP justru terdampak dengan peluang kenaikan royalti sekitar 1% dari sebelumnya 8% menjadi 9% untuk penjualan batu bara kalori rendah (GAR <5.200 kdal/kg), jikan harga batu bara di atas US$ 90 per ton. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan daya saing emiten pertambangan domestik berdasarkan kategori produk batu bara yang dihasilkan.
Sejumlah faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AADI dengan target harga Rp 30.100. Target tersebut mempertimbangkan bahwa skema royalti baru akan menekan biaya operasional. Setiap penurunan royalti sebesar 1% akan berdampak terhadap kenaikan 3% laba bagi AADI.
Begitu juga dengan saham INDY direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.100. Berdasarkan data setiap penurunan royalti sebanyak 1%, laba bersih emiten tersebut berpotensi terdongkrak sebanyak 16%. Sucor Sekuritas juga merekomendasikan beli saham PT United Tractors tbk (UNTR) dengan target harga Rp 39.500.

