Target Harga Saham Indika (INDY) Dinaikkan ke Rp 3.300, Terdorong Prospek Emas dan Royalti Batu Bara
JAKARTA, investortrust.id – Sucor Sekuritas merevisi naik target harga saham PT Indika Energy Tbk (INDY) sebagai antisipasi bisnis pertambangan emas mulai produksi tahun depan. Revisi naik tersebut juga menggambarkan dampak positif perubahan struktur royalty batu bara dan stabilnya operasional bisnis ini.
Hal ini mendorong analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari untuk mempertahankan rekomendasi beli saham INDY dengan target harga direivisi naik menjadi Rp 3.300. Bandingkan dengan harga penutupan saham INDY kemarin level Rp 1.500, sehingga terbuka potensi kenaikan sebanyak 120%.
Baca Juga
Adu Kuat Kenaikan Enam Saham Emas, Tertinggi Dicatatkan Emiten Ini
Target harga tersebut mempertimbangkan sejumlah aspek, di antaranya anak usaha perseroan, PT Kideco Jaya Agung, menunjukkan operasional tetap solid, meskipun rata-rata harga jual batu bara tertekan. Perseroan juga berhasil memangkas cash cost menjadi US$ 49,5 per ton didukung efisiensi dan penurunan strip ratio menjadi 5 kali.
Dirut INDY Azis Armand
Kideco berhasil menjual sebanyak 7,3 juta ton batu bara dan produksi sebanyak 7,4 juta ton batu bara pada kuartal I-2025. Meski solid, kinerja keuangan INDY turun kuartal I, yaitu pendapatan turun 13,7% menjadi US$ 489,6 juta dan laba bersih turun menjadi US$ 10,15 juta.
Selain aspek tersebut, dia mengatakan, target harga tersebut menggambarkan dampak positif keputusan perubahan struktur perhitungan royalty batu bara oleh pemerintah. Aturan baru tersebut membuat royalty turun dari 28% menjadi 19% untuk ekspor batu bara dengan harga acuan di atas US$ 120 per ton.
Baca Juga
Saham Antam (ANTM) Makin ‘Menggila’, Harganya Ditargetkan Menuju Rp 3.200
“Dua faktor tersebut mendorong kami untuk merevisi naik perkiraan laba bersih INDY menjadi US$ 40 juta tahun ini, dibandingkan perkiraan semula,” tulisnya.
Laba bersih perseroan juga diperkirakan akan terus terkerek naik, seiring dengan mulai produksinya tambang emas melalui anak usahanya PT Masmindo Dwi Area (MDA). Perseroan sebelumnya telah menetapkan Macmahon Holding Ltd sebagai kontraktor jasa pertambangan proyek emas tersebut.
Kehadiran segmen bisnis ini diproyeksikan mendongkrak laba INDY mencapai US$ 53 juta pada 2026 dan melesat menjadi US$ 106 juta pada 2027.

