Net Sell Saham di Pasar Reguler Rp 364,60 Miliar, Asing Obral Saham Bank Ini
JAKARTA, investortrust.id– Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 364,60 miliar di pasar reguler, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/4/2025), sebanyak 41,63 poin (0,65%) menjadi 6.400.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 136,74 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 127,64 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 65,40 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 55,54 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 53,22 miliar.
Baca Juga
Penerbitan Surat Utang Korporasi Kuartal I-2025 Naik 77%, Capai Rp 46,7 Triliun
Sebaliknya lima saham dengan torehkan pembelian bersih (net buy) di pasar regular, yaitu saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 109,40 miliar, PT Telkom Indoensia Tbk (TLKM) Rp 53,63 miliar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp 44,72 miliar, PT PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) Rp 29,51 miliar, dan PT Barito Pacifik Tbk (BRPT) Rp 19,18 miliar.
Terkait koreksi indeks hari ini dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 1,27%, sektor industry 0,32%, sektor infrastruktur 0,75%, sektor consumer non primer 0,39%, sektor consumer primer 0,15%, dan sektor property 0,33%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor energi, material dasar, dan kesehatan.
Meski IHSG ditutup melemah, lima saham ini justru berhasil cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA). Di antaranya, saham PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) naik 34,85% menjadi Rp 89, PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) naik 34,75% menjadi Rp 159, dan PT PT Krida Jaringan Nusantar Tbk (KJEN) sebanyak 34,15% menjadi Rp 110.
Baca Juga
Belum Sebulan Melantau di Bursa, Sinar Terang Mandiri (MINE) Umumkan Lompatan Laba 41% di 2024
Lompatan hingga ARA juga melanda saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) sebanyak 24,84% menjadi Rp 392 dan PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) naik 24,81% menjadi Rp 830. Sebaliknya penurunan melanda saham ASBI, ECII, IKAN, FORU, dan UDNG.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 73,16 poin (1,15%) menjadi 6.441,68 dengan investor asing lagi-lagi lanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 406 miliar. Penguatan ini terdorong kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi naik 2,36%, sektor infrastruktur 1,68%, dan sektor material dasar 1,12%.
Kenaikan indeks tersebut juga ditopang penguatan sejumlah saham-saham big cap, seperti BYAN naik 17,47% menjadi Rp 20.000. Kenaikan indeks juga ditopang saham emiten Prajogo, seperti TPIA, BREN, CUAN, dan PTRO. Kenaikan juga didukung penguatan saham BBCA.
Baca Juga
Sinergi Inti (INET) Bidik Lompatan Laba 30% Tahun 2025, Intip Strateginya
Di tengah penguatan tersebut, empat saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Green Power Group Tbk (LABA) naik 34,58% menjadi Rp 144, PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) naik 24,62% menjadi Rp 1.240, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) naik 24,60% menjadi Rp 314, dan PT Jakarta International Hotels &Development Tbk (JIHD) naik 24,30% menjadi Rp 665.
Meski tidak ARA, saham ini juga catatkan penguatan signfikan, seperti saham PT Bank Artha Graha International Tbk (INPC) sebanyak 27,33% menjadi Rp 191, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) naik 17,74% menjadi Rp 1.825, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 17,47% menjadi Rp 20.000. Sebaliknya saham dengan penurunan terdalam melanda saham, INTD, KOPI, IKAN, IPAC, dan CTBN.

