Analis: Starlink Milik Elon Musk Tidak Akan Geser Telkom Cs
JAKARTA, investortrust.id - Perihal kehadiran layanan internet satelit Starlink yang dioperasikan oleh SpaceX, perusahaan milik Elon Musk ke Indonesia, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Abdul Aziz Setyo Wibowo menilai bahwa emiten telekomunikasi di Indonesia memiliki daya saing yang kuat dan mampu mengimbangi apabila Starlink memperluas layanannya. Ia mengatakan bahwa imbas yang terefleksi pada kinerja Perseroan tidak akan signifikan.
“Starlink memiliki harga yang cukup tinggi yang mana pangsa pasar akan lebih ke middle up,” papar Aziz kepada investortrust.id, Rabu (17/4/2024).
Menurutnya, emiten telekomunikasi di Indonesia seperti Telkom Indonesia (TLKM), Indosat Ooredoo (ISAT) dan XL Axiata (EXCL) memiliki pasar yang cenderung setia, sehingga tidak mudah digantikan oleh pendatang baru.
“Disisi lain ketiga emiten tersebut memang memiliki pelanggan yang cenderung setia terlebih pada TLKM,” imbuhnya.
Sebagai catatan, baru-baru ini Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengabarkan bahwa Starlink akan mulai melakukan uji coba di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Mei tahun ini.
Baca Juga
Starlink Masuk Indonesia, Kinerja Keuangan dan Saham Telkom (TLKM) Justru Bisa Moncer, Kok Bisa?
Oleh sebab itu, analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta juga berpendapat bahwa emiten berbasis telekomunikasi domestik masih tetap memiliki kesempatan untuk meningkatkan konektivitas di rural area khususnya Kalimantan.
“Apalagi ke IKN terlepas dari peran Starlink tersebut, ini kan lebih uji coba saja sehingga wait and see dulu sejauh mana uji coba berlangsung. Saya yakin pemerintah juga akan memberikan akses terlebih dulu kepada perusahaan nasional,” ungkapnya.
Ia memaparkan bahwa perlindungan data sangat penting, sehingga perusahaan domestik tentu masih akan diprioritaskan oleh Pemerintah.
Baca Juga
Pemerintah Ingin Starlink Hadir di Wilayah RI Tanpa Akses Internet
Sebelumnya, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Kominfo Wayan Tony Supriyanto menyebutkan bahwa Starlink sudah mulai memenuhi izin untuk beroperasi di Indonesia. Hingga saat ini, diketahui terdapat dua izin yang diajukan oleh Starlink di Indonesia, yaitu untuk penggunaan teknologi VSAT dan izin sebagai penyedia telekomunikasi atau Internet Service Provider (ISP).
Sehingga, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif menilai bahwa yang akan terdampak oleh kehadiran Starlink adalah layanan di wilayah rural, sebab wilayah perkotaan sudah menggunakan fiberoptic. Sehingga, pihaknya menyarankan Starlink untuk bekerja sama dengan ISP Lokal yang berada di wilayah rural khususnya dalam bidang pemasaran.
“Kami menyarankan starlink dapat bekerja sama terutama dalam hal pemasaran dengan ISP lokal yang beroperasi di wilayah rural,” jelasnya kepada investortrust.id, Rabu (17/4/2024).

