Starlink Milik Elon Musk Mendapat Lampu Hijau Masuk Sri Lanka
KOLOMBO, investortrust.id - Sri Lanka telah memberikan lampu hijau masuknya Starlink ke negara itu.
Baca Juga
Kadin: Hadirnya Starlink Dorong Masuknya Investasi Teknologi ke Indonesia
Kantor Kepresidenan Sri Lanka, Kamis (6/06/2024) menyebutkan, Starlink milik Elon Musk, sudah mendapat persetujuan awal untuk menyediakan layanan internet di sana.
Dilansir Reuters, negara yang dijuluki air mata India itu mempercepat proses persetujuan setelah Musk bertemu dengan Presiden Ranil Wickremesinghe bulan lalu di Indonesia di sela-sela World Water Forum ke-10.
Regulator telekomunikasi Sri Lanka memberikan persetujuan awal setelah konsultasi publik, kata kantor kepresidenan dalam sebuah pernyataan singkat.
Musk dan Wickremesinghe telah membahas cara-cara untuk memperluas konektivitas internet di pedesaan Sri Lanka dan potensi kolaborasi dalam energi terbarukan.
Baca Juga
Sementara itu, seperti dilansir LankaNewsWeb, internet Starlink kini telah dibuka untuk pre-order di Sri Lanka, dan masyarakat bisa memesan Starlink dengan membayar deposit sebesar US$ 99 yang dapat dikembalikan sepenuhnya.
Starlink diproyeksikan memulai layanan di Sri Lanka pada tahun 2024, sambil menunggu persetujuan peraturan. Pesanan akan dipenuhi berdasarkan siapa cepat dia dapat di setiap area cakupan.
Konstelasi Internet Starlink menjadi salah satu terobosan terbesar dalam sejarah satelit komersial. Satelit ini menghadirkan kecepatan dan kinerja yang cukup baik dengan menggunakan konfigurasi baru satelit kecil. Satelit ini mengorbit Bumi jauh lebih rendah dibandingkan satelit tradisional.
Sebagaimana dinyatakan dalam tweet resmi SpaceX, perusahaan pesawat ruang angkasa Musk dan produsen Starlink, layanan broadband kini tersedia di 32 negara, termasuk beberapa bagian Amerika Serikat, Meksiko, Jerman, Prancis, dan Spanyol.
Menurut peta yang diposting oleh Starlink, negara-negara yang ditandai 'tersedia' akan segera menerima paket instalasi Starlink mereka. Peta tersebut juga memiliki area bertanda 'daftar tunggu' dan 'segera hadir'.
Di antara negara-negara yang ditandai ‘segera hadir’ adalah Brasil, Arab Saudi, Pakistan, India, Bangladesh. Dan Sri Lanka
Saat memasuki Bangladesh sebagai alamat layanan pemesanan di muka di situs resmi Starlink, situs web tersebut menampilkan biaya deposit sebesar $99, dengan pesan yang mengatakan bahwa Starlink mengharapkan untuk memperluas layanan di wilayah tersebut pada tahun 2024.
Menurut SpaceX, Starlink saat ini menyediakan kecepatan unduh sekitar 150 Mbps dan kecepatan unggah 20 Mbps dengan latensi di bawah 30 ms. Musk mengklaim bahwa ketika satelit tambahan diluncurkan, kecepatan pengunduhan akan berlipat ganda menjadi sekitar 300 Mbps.
Pertama, 60 satelit Starlink diluncurkan ke orbit pada Mei 2019. Sejak itu, lebih dari 2.000 satelit Starlink telah diluncurkan, dengan layanan broadband kini ditawarkan di 32 negara.
Baca Juga
XL Axiata (EXCL) Harap Starlink Kerja Sama dengan Operator Seluler

