Tuntaskan Pabrik Kedua di Batam, Sunindo (SUNI) kembali Siapkan Investasi Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) ekspansi Pembangunan pabrik baru dengan investasi Rp 170 miliar tahun 2025. Perseroan akan membangun pabrik kedua di Batam melalui anak usahanya, PT Rainbow Tubular Manufacture (RTM).
Direktur Keuangan SUNI Freddy Soejandy mengungkapkan, Sunindo (SUNI) telah mengeluarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 200,7 miliar hingga kini untuk pembangunan pabrik kedua RTM tersebut.
“Pada tahun 2025, perseroan akan kembali mengalokasikan capex sebesar Rp 170 miliar untuk meneruskan proyek pembangunan pabrik baru tersebut,” kata Freddy dalam keterangan resminya, Rabu, (9/4/2025).
Baca Juga
Sunindo (SUNI) Catat Lompatan Laba 103,6%, Bahkan Lampaui Target Manajemen
Sementara itu, Direktur Utama SUNI Willy Johan Chandra mengatakan, saat ini SUNI masih memfokuskan peningkatan kapasitas produksi in-house dari entitas anak perseroan, PT Rainbow Tubular Manufacture (RTM).
"Fasilitas plant 2 RTM ini ditargetkan beroperasi tahun 2026. Peningkatan kapasitas produksi tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kinerja operasional dan keuangan Perseroan ke depan serta menjamin dan ketersediaan OCTG tubing secara nasional”, ucap Willy.
Selain itu, perseroan terus berusaha untuk meningkatkan efisiensi operasional baik dalam proses produksi dan supply chain management. Hal ini sangat diperlukan dengan semakin meningkatnya volume produksi dan penjualan perseroan. Perseroan juga telah mulai mempersiapkan tim operasional yang diperlukan berkaitan dengan pembangunan dan operasional plant 2 RTM nantinya.
Baca Juga
Sunindo Pratama (SUNI) Targetkan Pengoperasian Pabrik Kedua di Batam mulai 2025
Hingga akhir 2024, perseroan membukukan lompatan laba bersih sebanyak 103,6% menjadi Rp 205,1 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 100,9 miliar. Bahkan, torehan laba tersebut telah melampaui target manajemen atau setara dengan 102,7%.
Sejalan dengan peningkatan laba bersih, SUNI catatkan pertumbuhan pendapatan usaha 2024 menjadi Rp 1,04 triliun atau meningkat 37,3% dari periode yang sama di tahun 2023 sebesar Rp 762,4 miliar dan telah mencapai target pendapatan Perseroan tahun ini sebesar 105,3%.

