Sempat Dibuka Naik Signifikan, IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 19,71 Poin
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (9/4/2025), ditutup berbalik melemah sebanyak 19,71 poin (0,33%) menjadi 5.976,43. Padahal, IHSG awal sesi hari ini sempat melesat lebih dari 90 poin hingga sentuh tertinggi 6.092.
Penurunan indeks dipicu kembali anjlokan sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer primer 1,94%, sektor material dasar 1,88%, sektor energi 1,44%, sektor teknologi 1,23%, sektor keuangan 0,31%, dan sektor property 0,79%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor infrastruktur dan industry.
Baca Juga
Menkeu Sri Umumkan Realisasi APBN Defisit Rp 104,2 Triliun per Maret
Di tengah koreksi tersebut, sejumlah sektor saham masih berhasil torehkan lompatan harga mengesankan, seperti saham PT Shield On Service Tbk (SOSS) naik 22,84% menjadi Rp 570, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 20,25% menjadi Rp 3.800, dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) naik 19,61% menjadi Rp 555.
Penguatan juga melanda saham PT Communication Cable System Indonesia Tbk (CCSI) naik 19,14% menjadi Rp 386 dan PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) naik 13,60% menjadi Rp 142. Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda, saham YUPI, DKFT, MINA, RATU, BESS, RAJA, hingga DAAZ.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 514,48 poin (7,90%) menjadi 5.996,14 dengan pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham Rp 3,87 triliun. Net sell terbanyak melanda PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 1,27 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1 triliun, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 875,85 miliar.
Baca Juga
Intip Prospek dan Target Harga 5 Saham Bank Besar Ini, Potensi Cuan Makin Membesar
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham setelah sejumlah bursa saham dunia anjlok signfikan selama libur lebaran setelah Trump menerapkan kebijakan resiprokal perdagangan. Meski demikian, sejumlah bursa saham Asia mulai rebound hari ini, seperti Nikkei dan Hang Seng.
Penurunan paling dalam melanda saham sektor material dasar dan sektor teknologi lebih dari 10%. Pelemahan juga dalam juga melanda saham industry, infrastruktur, consumer primer, dan energi lebih dari 8%. Sedangkan sektor dengan penurunan paling rendah dicatatkan consumer non primer hanya 4,97%.
Penurunan dahsyat IHSG tersebut juga sejalan dengan koreksi seluruh saham top 10 market cap di BEI, seperti saham BBCA melemah 8,53% menjadi Rp 7.775, BREN anjlok 13,82% menjadi Rp 4.740, BYAN melemah 0,75% menjadi Rp 19.875, BBRI turun 10,12% menjadi Rp 3.640, BMRI melemah 10,19% menjadi Rp 4.670, saham DCII melemah 10,69% menjadi Rp 150.000, AMMN melemah 14,23% menjadi Rp 4.610, DSSA melemah 5,69% menjadi Rp 40,175, dan TLKM turun 4,98% menjadi Rp 2.290. Sebaliknya saham TPIA ditutup stagnan level Rp 7.200.

