IHSG Ditutup Anjlok 7,90% Hari Perdana Usai Libur Lebaran, Angkanya Lebih Baik Dibandinkan Pembukaan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025), pada perdagangan hari pertama usai libur lebaran ditutup terperosok sebanyak 514,48 poin (7,90%) menjadi 5.996,14. Pelemahan ini lebih rendah, dibandingkan indeks saat pembukaan dengan koreksi sebanyak 598,56 poin (9,19%) menjadi 5.912,06 hingga terkena trading halt pertama selama 30 menit.
Pelemahan IHSG hari ini dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham setelah sejumlah bursa saham dunia anjlok signfikan selama libur lebaran setelah Trump menerapkan kebijakan resiprokal perdagangan. Meski demikian, sejumlah bursa saham Asia mulai rebound hari ini, seperti Nikkei dan Hang Seng.
Baca Juga
Pemerintah Yakin Perbaikan Administrasi Perpajakan dan Bea Cukai Kurangi Tarif 2%
Penurunan paling dalam melanda saham sektor material dasar dan sektor teknologi lebih dari 10%. Pelemahan juga dalam juga melanda saham industry, infrastruktur, consumer primer, dan energi lebih dari 8%. Sedangkan sektor dengan penurunan paling rendah dicatatkan consumer non primer hanya 4,97%.
Penurunan dahsyat IHSG tersebut juga sejalan dengan koreksi seluruh saham top 10 market cap di BEI, seperti saham BBCA melemah 8,53% menjadi Rp 7.775, BREN anjlok 13,82% menjadi Rp 4.740, BYAN melemah 0,75% menjadi Rp 19.875, BBRI turun 10,12% menjadi Rp 3.640, BMRI melemah 10,19% menjadi Rp 4.670, saham DCII melemah 10,69% menjadi Rp 150.000, AMMN melemah 14,23% menjadi Rp 4.610, DSSA melemah 5,69% menjadi Rp 40,175, dan TLKM turun 4,98% menjadi Rp 2.290. Sebaliknya saham TPIA ditutup stagnan level Rp 7.200.
Baca Juga
Sebaliknya sejumlah saham berikut masih berhasil torehkan penguatan, seperti saham SOSS ditutup auto reject atas (ARA) sebanyak 24,73% menjadi Rp 464, CTBN naik 9,95% menjadi Rp 2.210, NETV naik 9,79% menjadi Rp 157, saham IPAC naik 9,33% menjadi Rp 164, dan saham LINK melesat 9,24% menjadi Rp 1.950.

