Kadin: Indonesia Masih Menarik bagi Investor Global di Tengah Perang Tarif
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, kebijakan tarif impor dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi tekanan pada pasar keuangan dan pasar saham domestik. Namun, kondisi global yang tidak stabil membuat Indonesia tetap menjadi negara tujuan investasi yang menarik.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Analisis Kebijakan Makro Mikro Ekonomi Aviliani menjelaskan bahwa situasi global saat ini serba tidak pasti, terutama di AS yang tengah menghadapi gejolak domestik.
“Hampir 50 negara lagi demo kan. Nah, orang juga mikir lagi untuk menempatkan dana,” ujar Aviliani saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Jakarta, Senin (7/4/2025).
Menurut kacamata ekonom senior itu, dalam kondisi seperti sekarang, investor global justru cenderung berhati-hati, bahkan beralih ke strategi konservatif. Meski demikian, ia optimistis dana asing akan kembali masuk ke Indonesia. “Saya yakin akan kembali lagi ke Indonesia. Karena kan kita masih menarik dari sisi market, kemudian juga dari sisi pasar modal kita,” ujarnya.
Aviliani memperkirakan tekanan terhadap rupiah hanya akan berlangsung sementara. “Paling 2 minggu ya balik lagi lah,” sambungnya.
Di sisi lain, Aviliani juga menekankan pentingnya peran Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Ia mengingatkan agar BI berhati-hati mengambil kebijakan suku bunga.
“Sekarang kan Eropa mau menurunkan suku bunga. Namun, kalau kita, ya lihat-lihat dahulu. Kalau masih ada capital outflow, kan juga enggak segampang itu untuk menurunkan suku bunga,” jelasnya.
Mantan Komisaris Independen Bank BRI itu menegaskan bahwa BI perlu menjalankan peran ganda dalam situasi saat ini. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi lebih menjadi tanggung jawab kementerian sektoral, sementara BI sebaiknya fokus menjaga stabilitas makro.
“Kalau sekarang, BI kan harus dua-duanya, stabilisasi dan pertumbuhan, tetapi yang utama adalah stabilisasi karena kalau ada stabilisasi utama itu jauh lebih baik,” tutupnya. (C-13)

