Merdeka Battery (MBMA) Cetak Lompatan Laba 229% di 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) membukukan lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 229% menjadi US$ 22,78 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 6,92 juta.
Manajemen MBMA dalam rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Senin (7/4/2025), menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan menjadi US$ 1,84 miliar tahun ini, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 1,32 miliar.
Baca Juga
Top! Laba Atribusi Merdeka Battery (MBMA) Terbang 2.627,11%, Berikut Penopangnya
Peningkatan terssebut berimbas terhadap peningkatan laba kotor perseroan dari US$ 77,47 juta tahun 2023 menjadi US$ 114,10 juta pada 2024. Laba usaha juga meningkat dari US$ 47,55 juta menjadi US$ 79,82 juta.
MBMA sebelumnya mengumumkan pejualan perdana Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), produksi PT ESG New Energy Material (PT ESG), perusahaan patungan HPAL (High-Pressure Acid Leach) dengan GEM Co., Ltd (GEM).
PT ESG telah menerima Izin Usaha Industri (IUI) pada Februari 2025 dan berhasil menyelesaikan penjualan perdana pada Maret 2025 dengan mengirimkan 6.500 metrik ton nikel dalam bentuk MHP. Pengiriman ini merupakan yang pertama dari serangkaian pengiriman yang direncanakan sepanjang 2025.
Baca Juga
Merdeka Battery Materials (MBMA) Bukukan Penjualan Limonit dan Nikel Rp 8,63 Triliun
Pabrik HPAL PT ESG dirancang untuk memproduksi 30.000 ton nikel MHP per tahun. Train 1 dengan kapasitas 20.000 ton per tahun, berhasil di-commissioning pada pertengahan Desember 2024 dan telah berproduksi dengan mencapai atau melampaui kapasitas rancangannya. Train 2, dengan kapasitas 10.000 ton per tahun, saat ini dalam tahap commissioning dan dijadwalkan mencapai produksi pertama pada kuartal kedua 2025.
Untuk memastikan pasokan bahan baku yang kontinu dan berbiaya rendah, Tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) milik MBMA akan menyediakan sumber bijih limonit yang stabil dalam jangka panjang bagi PT ESG.
Pembangunan pabrik persiapan bijih atau Feed Preparation Plant (FPP) di Tambang SCM sedang dilaksanakan sesuai jadwal untuk mendukung transportasi bijih limonit melalui pipa bubur ke pabrik PT ESG di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mulai paruh kedua 2025.

