Semen Indonesia (SMGR) Cetak Laba Rp 1,71 Triliun, Harga Sahamnya Masih Jauh dari Target
JAKARTA, investortrust.id – Raksasa semen nasional, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tercatat membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,71 triliun, naik 1,84% year on year di kuartal III-2023, dari Rp 1,68 triliun pada periode sebelumnya.
Kenaikan laba sejalan dengan perolehan pendapatan yang naik 3,9% yoy menjadi sebesar Rp 27,66 triliun per kuartal III-2023 dari Rp 26,60 triliun periode yang sama tahun sebelumnya.
Sedangkan beban pokok pendapatan tercatat meningkat jadi Rp 20,22 triliun dari periode yang sama sebelumnya Rp 18,70 triliun. Alhasil laba kotor yang dicatatkan menurun menjadi Rp 7,43 triliun per kuartal III-2023 dari Rp 7,89 triliun.
Posisi EBITDA atau laba sebelum pajak tercatat Rp 2,53 triliun, turun tipis yoy dari Rp 2,54 triliun di kuartal III-2023.
Baca Juga
Dari sisi aset, Perseroan mencatat sebesar Rp 81,68 triliun per 30 September 2023, turun tipis dibanding Rp 3,77 triliun per 31 Desember 2022.
Sedangkan jumlah liabilitas turun dari Rp 32,18 triliun per 30 September 2023 dari Rp 33,27 triliun per 31 desember 2023. Adapun posisi ekuitas tercatat Rp 47,20 triliun atau relative stagnan dari posisi ekuitas 6 bulan sebelumnya yang tercatat Rp 47,24 triliun.
Atas pencapaian tadi, SMGR mencatat laba per saham sebesar Rp 254 atau turun dari Rp 283 pada periode kuartal III-2022.
Baca Juga
Kenaikan laba per kuartal III-2023, tampaknya diapresiasi oleh pelaku pasar. Hingga penutupan pasar saham sesi I hari ini, Rabu (1/11/2023), saham SMGR tercatat bertengger di level Rp 6.175, menguat 75 poin (1,23%) dari harga saham pembukaan pasar pagi tadi.
Harga saham tersebut dinilai masih jauh dari target harga konsensus analis Rp 827 per saham, untuk itu saham ini direkomendasikan buy.
Bahkan dipantau dari Trading View, sebanyak 14 analis menargetkat harga saham SMGR bisa mencapai level Rp 9.400 dalam tempo 1 tahun. Sedangkan estimasi harga minimal saham ini di level Rp 6.700.

