Kolaborasi Dorong Bank Jago (ARTO) Kian Unggul, Begini Target Harganya
JAKARTA, investortrust.id – Langkah agresif kolaborasi maupun sinergi PT Bank Jago Tbk (ARTO) membuahkan hasil positif. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2023, baik di sisi simpanan dan kredit.
Analis Sinarmas Sekuritas Ivan Purnama Putera mengatakan, penguatan kolaborasi melalui ekosistem PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT BFI Finance Tbk (BFIN) berhasil mendongkrak kredit perseoran sebanyak 38,1% menjadi Rp 13 triliun pada 2023. “Kredit melalui mitra dan ekosistem telah menjadi mesin pendorong dengan pertumbuhan hampir dua kali lipat dari Rp 6,8 triliun menjadi Rp 12,1 triliun,” terangnya dalam riset terbaru.
Berdasarkan perhitungan, penyaluran kredit melalui GoTo Financial mendominasi penyaluran kredit perseroan, seperti catatan kuartal IV-2023 dengan berkontribusi Rp 1,7 trilun. Sedangkan penyaluran kredit melalui BFI Finance mengambil porsi sekitar 6%-7% pada kuartal terakhir tahun lalu. Penyaluran kredit melalui ekosistem mitra akan membuat laju pertumbuhan kredit perseroan tetap kuat ke depan.
Baca Juga
Laba Bank Jago (ARTO) Melesat 355%, Bagaimana dengan Sahamnya?
Selain itu, dia mengatakan, Bank Jago berhasil meningkatkan kualitas aset ditunjukkan penurunan drastis NPL menjadi 0,8% pada 2023, dibandingkan akhir 2022 sekitar 1,8%. Namun margin mengalami penurunan akibat adanya pemotongan bunga pinjaman di tengah persaingan ketat. Tapi ini situasi wajar karena terjadi di level industri.
Penguatan kolborasi juga menjadikan CASA Bank Jago tetap terjaga dengan baik. Menurut dia, GoPay Tabungan By Jago yang diperkenalkan akhir 2023, berhasil mendorong pertumbuhan simpanan. Inisiatif tersebut sudah menjangkau lebih dari 1,1 juta user dengan volume transaksi bulanan meningkat menjadi Rp 1,3 triliun.
ARTO mencatatkan pertumbuhan simpanan nasabah sebanyak 45,8% menjadi Rp 12,1 triliun pada 2023. Namun pertumbuhan paling pesat masih disumbangkan deposito mencapai 61%, giro meningkat 42%, dan tabungan naik 35%. Hal ini membuat rasio CASA perseroan turun menjadi 65% tahun 2023, dibandingkan tahun 2022 sebanyak 69%. “Kami memperkirakan rasio CASA Bank Jago akan bertahan pada kisaran 60-65% pada 2024,” terangnya.
Baca Juga
Bank Jago (ARTO) Bakal Luncurkan Direct Lending di Semester I-2024
Memasuki tahun 2024, Sinar Mas Sekuritas menyebutkan, Bank Jago akan memfokuskan penambahan jumlah pelanggan, penguatan neraca keuangan, dan berlanjutnya perbaikan kualitas aset. Perseroan juga akan terus melanjutkan strategi kemitraan yang diyakini menjadi mesin pertumbuhan kredit dan simpanan perseroan ke depan.
Pertumbuhan kredit juga diprediksi terus berlanjut, seiring rencana perseroan meluncurkan produk baru, yaitu pembiayaan kendaraan untuk pengemudi Gojek melalui kerja sama dengan GOTO dan BFIN.
Hal ini mendorong Sinar Mas Sekuritas untuk memberikan pandangan positif terhadap ARTO atas berlanjutnya penguatan kolaborasi dengan GoTo Financial dengan target kontribusi sebanyak 20% dari total kredit yang dikucurkan tahun 2024. Melalui kemitraan ini, perseroan bisa mendapatkan banyak nasabah dengan data yang kuat untuk tetap menjaga prinsip kehati hatian dalam menyalurkan kredit.
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut mendorong Sinar Mas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ARTO dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 3.480 untuk 12 bulan ke depan. Target tersebut merefleksikan PB sekitar 5,5 kali. Target terebut juga mempertimbangkan bahwa ARTO berhasil menunjukkan perbaikan signifikan tahun 2023.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan potensi kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 138 miliar tahun 2024 dan mencapai Rp 210 miliar pada 2025. Sedangkan PPOP perseroan diharapkan naik dari proyeksi tahun 2024 mencapai Rp 561 milar menjadi Rp 850 miliar pada 2025.
Melesat 355%
Tahun 2023, Bank Jago (ARTO) membukukan kenaikan laba bersih setelah pajak (net profit after tax) sebanyak 355% menjadi Rp 72 miliar tahun 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 16 miliar. Pertumbuhan laba tersebut didukung strategi Bank Jago yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi dengan ekosistem digital.
Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung mengatakan, Bank Jago konsisten menunjukkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), penyaluran kredit, dan jumlah nasabah. “Hingga akhir 2023, jumlah DPK mencapai Rp 12,1 triliun atau tumbuh 46% dari perolehan akhir 2022 senilai Rp 8,3 triliun,” katanya.
Baca Juga
Usai EBITDA Disesuaikan Positif, GOTO Ungkap Harapan Ini di 2024
Sebanyak 65% atau Rp 7,9 triliun DPK berasal dari current account and savings account (CASA). Sedangkan 34,7% atau Rp 4,2 triliun merupakan simpanan nasabah dalam bentuk deposito. “Jumlah pinjaman pada akhir 2023 mencapai Rp 13 triliun atau melesat 38% dari akhir 2022 senilai Rp 9,4 triliun,” ujar dia.
Bank Jago juga mencatatkan penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross menjadi 0,8% pada 2023.Lompatan kredit berimbas terhadap peningkatan pendapatan bunga bersih perseroan menjadi Rp 1,6 triliun sepanjang 2023.
Bank Jago (ARTO) juga menorehkan total aset menjadi Rp 21,3 triliun atau tumbuh 26% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 17 triliun. “Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) mencapai 62%, yang menunjukkan kuatnya tingkat permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan,” ucap Arief.
Estimasi Kinerja Keuangan ARTO

