19 Emiten Ajukan Buyback Saham tanpa RUPS Bernilai Rp 14,66 Triliun, Terbesar Emiten Konglomerasi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Sebanyak 19 emiten telah mengajukan aksi pembelian kembali (buyback) saham dalam kondisi pasar berfluktuasi dengan total anggaran Rp 14,66 triliun. Dana buyback ini akan digelontorkan dalam kurun waktu tiga bulan ke depan dengan harapan bisa mengendalikan pergerakan harga sahamnya.
Buyback saham tanpa persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS) tersebut didasarkan keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 19 Maret 2025. Kebijakan ini dikeluarkan dengan pertimbangan bahwa perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sejak 19 September 2024 mengalami tekanan yang diindikasikan dari penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari level tertingginya hingga 18 Maret 2025 telah anjlok 1.682 poin atau minus 21,28%.
Baca Juga
“Berkenaan dengan kondisi tersebut di atas, maka OJK menetapkan status kondisi lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf g POJK Nomor 13 Tahun 2023 (POJK 13/2013) sebagai kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Inarno Djajadi, beberapa waktu lalu.
Kebijakan buyback saham tanpa RUPS ini sudah disampaikan kepada direksi perusahaan terbuka melalui surat resmi OJK pada 18 Maret 2025.
Menurut dia, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan di pasar dan bisa mengurangi tekanan serta merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan para pemangku kepentingan di pasar modal yang diselenggarakan 3 Maret 2025 lalu.
Disambut Pasar
Berdasarkan data pengumuman resmi BEI, sebanyak 19 emiten telah mengajukan aksi buyback saham dalam jangka waktu tiga bulan ke depan dengan total dana mencapai Rp 14,66 triliun. Anggaran buyback terbesar disiapkan perusahaan yang dikendalikan konglomerasi Prajogo Pangestu.
Di antaranya, anggaran buyback PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) masing-masing Rp 2 triliun. Buyback ini akan dilakukan 23 Juni. Prajogo melalui emiten PT Petrindo Jayar Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan anggaran buyback untuk tiga bulan mendatang masing-masing Rp 500 miliar.
Baca Juga
Prajogo Pangestu Gelontorkan Dana Buyback 4 Saham Emitennya Rp 5 Triliun, Pasar Merespons Positif
Anggaran buyback jumbo lainnya juga disiapkan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) hingga Rp 1,9 triliun. PT Ultra Jaya Milk Trading Tbk (ULTJ) senilai Rp 1,67 triliun. Begitu juga dengan PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menganggarkan dana buyback masing-masing Rp 1 triliun.
Selain 19 emiten tersebut, sejumlah emiten khususnya bank BUMN telah terlebih dahulu mengumumkan buyback saham dan telah disetujui rapat umum pemegang saham (RUPS) baru-baru ini. Di antarnaya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) siapkan buyback Rp 3 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 1,17 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 1,5 triliun.
Emiten lainnya juga berencana melakukan pembelian kembali saham dengan RUPS, yaitu PT Japfaa Comfeed Tbk (JPFA) Rp 470 miliar, PT Matahari Department Store Tbk (LLPF) Rp 150 miliar, dan PT Avia Avian Tbk (AVIA) dengan target Rp 1 triliun.

