Kinerja BEI Kuartal I-2025: Terburuk Kedua di Dunia hingga Asing Buang Saham Rp 29,92 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Performa Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat yang terburuk kedua di Asia Pasifik hingga dunia sepanjang semester I-2025. Hal ini ditunjukkan penurunan drastic Indeks harga saham gabungan (IHSG), aksi jual (net sell) saham jumbo, hingga penurunan drastis kapitalisasi pasar (market cap).
Berdasarkan data perdangan BEI, IHSG mengalami penurunan sebanyak 8,04% menjadi 6.510, sepanjang kuartal I-2025, dibandingkan dengan kuartal I-2024 dengan kenaikan 0,22% menjadi 7.288. Hal ini menjadikan penurunan IHSG terburuk kedua di Asia Pasifik dan Dunia, pelemahan tertinggi dicatatkan bursa saham Thailand (SET Index) dengan penurunan 15,16%. Sedangkan bursa saham Hang Seng Index tercatat sebagai bursa dengan penguatan tertinggi mencapai 17,54% di Asia pasifik dan WIT Total Return Index Polandia dengan kenaikan 23,9%.
Baca Juga
Danantara akan Diguyur Dividen Bank Himbara Rp 47,91 Triliun pada April, Intip Perhitungannya
Sedangkan sejumlah saham penyumbang terbesar terhada koreksi indeks sepanjang kuartal I tahun ini adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan penruunan 40,70%, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 36,58%, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 12,14%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 8,77%, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melemah 28,07%.
Berdasarkan data hampir seluruh sektor saham mencatatkan penurunan sepanjang kuartal I-2025, kecuali saham sektor teknologi dengan kenaikan 89,63% terdorong lompatan harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencapai 298,93% pada kuartal ini.
Top Laggard Saham Kuartal I-2025
Adapun kapitalisasi pasar (market cap) BEI mengalami penurunan menjadi Rp 11.126 triliun pada kuartal I-2025, dibandingkan dengan kuartal I-2024 senilai Rp 11.692 triliun dan bernilai Rp 12.336 triliun. Padahal, sejumlah saham telah melakukan pencatatan perdana saham di BEI.
Net Sell Jumbo
Buruknya kinerja IHSG BEI juga sejalan dengan derasnya aliran modal asing dari pasar saham domestic pada kuartal I-2025. Berdasarkan data, investor asing mencatatkan net sell senilai Rp 29,92 triliun. Hal ini berbeda jau dengan posisi kuartal I-2024 dengan pembelian bersih mencapai Rp 26,27 triliun.
Baca Juga
Penyumbang utama penjeualan bersih saham oleh investor asing berasal dari saham bank besar. Aksi jual tersebut sempat membuat harga saham bank tersebut melorot tahun lalu. Aksi tersebut juga berimbas terhadap penurunan IHSG BEI sepanjang kuartal I-2025.
Namun memasuki pekan terakhir Maret 2025, pemodal asing terpantau mulai agresif memborong saham hingga catatkan pembelian bersih (net buy). Dalam tiga hari terakhir, total net buy saham telah mencapai Rp 2,63 triliun. Pemodal asing terpantau mulai agresif memborong saham bank KBLI 4, sperti BMRI, BBCA, BBRI, hingga BBNI.
