Reliance Sekuritas: IHSG Bisa Lanjutkan Penurunan Hari Ini dengan Pilihan SMGR dan CPIN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/3/2025), berpeluang lanjutkan penurunan dengan saham pilihan SMGR, MEDC, CPIN, dan PGAS.
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal candle IHSG berbentuk black spinning top, masih di bawah MA5 dan MA20, serta indikator Stochastic dalam keadaan dead cross.
“Dengan demikian, kami proyeksikan hari ini IHSG melanjutkan penurunan dengan saham pilihan terdiri atas SMGR, MEDC, CPIN, dan PGAS,” tulisnya dalam riset pagi ini.
Baca Juga
Yupi Indo (YUPI) Gelar Listing Perdana Pagi Ini, Berikut Fakta terkait Perseroan
Pergerakan indeks juga akan ditopang lompatan bursa saham Wall Street semalah. Penguatan didukung sentimen positif datang dari pernyataan presiden AS Donald Trump yang memberikan sinyal akan menunda kenaikan tarif atau melonggarkan kebijakan tariff.
Sedangkan saham pilihan hari ini, yaitu SMGR direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.500 dan saham CPIN direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.850. Sebaliknya saham MEDC dan PGAS direkomendasikan sell on strength.
Kemarin, IHSG terpangkas sebanyak 96,96 poin (1,55%) menjadi 6.161,22 dan intraday sempat turun ke bawah 6.000. Investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 160,61 miliar didominasi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 238,54 miliar, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 96,06 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 51,15 miliar.
Kejatuhan indeks dipengaruhi koreksi hampir seluruh sektor saham, kecuali saham sektor teknologi dengan kenaikan 3,79%. Penurunan terdalam melanda saham sektor material dasar 3,20%, sektor property 2,68%, sektor energi 2,63%, sektor kesehatan 2,35%, sektor consumer primer 1,65%, sektor industry 1,84%.
Baca Juga
Target Harga Saham Hermina (HEAL) Dipangkas Saat Laba Naik, Ada Apa?
Penurunan juga dipicu kejatuhan saham emiten konglomerasi, seperti milik Prajogo Pangestu berupa BREN, TPIA, CUAN, BRPT, dan PTRO. Penurunan juga melanda saham big cap lainnya, seperti AMMN, BBRI, dan BBNI. Sebaliknya saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) berhasil menguat 8%.
Meski IHSG anjlok, dua saham ini torehkan penguatan hingga auto reject atas PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) naik 34,16% menjadi Rp 216 dan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) menguat 24,35% menjadi Rp 286.

