Reliance Sekuritas: IHSG Hari Ini bisa Lanjut Naik dengan Saham Pilihan MEDC, PTRO, RAJA, dan ESSA
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/3/2025), diproyeksikan lanjutkan penguatan dengan saham pilihan MEDC, PTRO, RAJA, dan ESSA.
Reliance Sekuritas dalam riset yang diterbitkan hari ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle IHSG berbentuk bullish belt hold, berhasil menembus MA5 serta indikator Stochastic dalam keadaan golden cross. “Dengan demikian, kami proyeksikan hari ini IHSG akan melanjutkan kenaikannya dengan saham pilihan MEDC, PTRO, RAJA, dan ESSA,” tulisnya.
Baca Juga
Saat Suksesi Berjalan Lancar, Pengendali Eralink Agresif Tambah Saham Erajaya (ERAA)
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi penurunan bursa saham Amerika Serikat semalam akibat kebijakan reciprocal tariff. Kebijakan ini membuat investor mengambil sikap wait and see. Sedangkan sejumlah bursa saham Asia pagi ini dibuka naik, seperti Nikkei 225 naik 0,31% dan Kospi menguat 0,56%.
Di tengah peluan penguatan tersebut, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.150, PTRO, saham emiten Prajogo Pangestu, dengan target harga Rp 3.120, RAJA dengan target harga Rp 2.530, dan ESSA dengan target harga Rp 670.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 70,01 poin (1,11%) menjadi 6.381,67 dan pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 499,36 miliar. Net sell terbanyak kembali melanda empat bank saham bank besar.
Baca Juga
Penguatan ditopang atas kenaikan pesat saham big cap, yaitu dua emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA melesat 15,10% menjadi Rp 7.050 dan BREN melesat 5,66% menjadi Rp 5.600. Penguatan juga ditopang lompatan saham data center DCII sebanyak 19,99% menjadi Rp 166.725 dan AMMN menguat 9,17% menjadi Rp 6.250.
Secara sectoral, saham sektor teknologi catatkan kenaikan paling pesat mencapai 9,84%, disusul sektor material dasar 2,49%, sektor energi 0,85%, sektor consumer primer 0,56%, dan sektor transportasi 1,89%. Sebaliknya sektor consumer non primer, keuangan, dan kesehatan turun.

